Andika Hazrumy Dapat mandat Pimpin Pendekar Banten

0
3

Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Pendekar Persilatan Seni dan Budaya Banten Indonesia (P3SBBI). Andika terpilih sebagai ketua umum melalui Kongres P3SBBI yang digelar di Hotel Ratu Horison Ultima, Kota Serang, Jum’at 2 November 2018.

Dalam sambutannya, cucu Tubagus Chasan Sochib, pendiri P3SBBI ini menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pengurus dan anggota P3SBBI se Indonesia atas kepercayaan yang diberikan. Dirinya pun bertekad akan mengemban amanah dengan baik guna meneruskan cita-cita sang kakek.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pengurus P3SBBI se Indonesia yang telah memberikan amanat yang luar biasa kepada saya, untuk dapat meneruskan cita cita pendiri P3SBBI khususnya bapak Profesor Doktor Tubagus Chasan Sochib,” ujar Andika.

Keinginan beliau, lanjutnya, simple tapi luhur niatnya, yakni bagaimana P3SBBI ini harus dapat bermanfaat. Bermanfaat bagi diri sendiri juga bermanfaat bagi kemajuan lingkungan sekitar.

Sadar dirinya masih butuh bimbingan, Wakil Gubernur yang baru dilantik sebagai Ketua Umum ini juga tidak sungkan meminta bimbingan dari para senior dan kasepuhan, agar organisasi baru yang dipimpinnya ini dapata memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

“Saya juga membutuhkan dukungan dari para guru, senior dan kasepuh untuk bisa memajukan organisasi ini. untuk bersama sama merancang program program agar bisa memberikan dampak yang luar biasa,” katanya.

Andika akan melanjutkan kepemimpinan ketua umum sebelumnya yaitu mantan Wali Kota Serang Tubagus Chaerul Jaman.

Andika mengatakan, ulama dan jawara merupakan golongan sosial yang telah menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat Banten. Dimana ulama dan jawara memainkan fungsinya dalam masyarakat, yaitu dalam status dan peran.

Ulama berperan sebagai guru yang mentransfer ilmunya kepada masyarakat secara terbuka. Di satu sisi lain, dalam konteks sejarah kemerdekaan RI, keberadaan jawara berhubungan erat dengan kekuatan dan keberanian mereka untuk melawan kekuasaan kolonial dan berlanjut sampai perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Untuk itu, ulama, umaro, jawara dan seluruh elemen masyarakat khususnya pelaku seni dan budaya di Provinsi Banten agar bersatu dalam segenap proses pembangunan daerah. Sebagaimana visi Pemprov Banten yaitu mewujudkan masyarakat Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah,” katanya. (Mat/Sir)