Asosiasi Pengusaha Truk Gugat PT MMS Rp 500 Miliar

0
1

Cilegon -A� Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Banten akan menggugat PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak sebesar Rp 500 miliar. PT MMS dituding Aptrindo melakukan manipulasi tarif overload kendaraan yang merugikan pengusaha jasa angkutan truk.

Aptrindo juga telah melayangkan surat terhadap PT MMS sebagai bentuk protes dan keberatan atas aturan yang diterapkan pengelola jalan bebas hambatan tersebut. Surat dengan Nomor: 028/DPD.APR.BTN/XI/2015 itu juga ditembuskan ke Dirlantas Polda Banten, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, DPP Aptrindo dan PT Jasa Marga.

Ketua DPD Aptrindo Provinsi Banten Syaiful Bahri mengatakan, selama ini PT MMS memberlakukan pengenaan tarif overload terhadap seluruh jasa angkutan truk. Menurutnya, pengenaan tarif overload itu sangat merugikan pengusaha jasa angkutan karena pemungutan tarifnya tidak adil.

a�?Pengenaan tarif overload ini dasarnya apa? aturannya pelaksanaannya juga tidak jelas. Selain itu ketika kami bayar full jarak tol terjauh, namun kendaraan kami disuruh keluar pintu tol terdekat karena alasannya overload dengan pengenaan sanksi dua kali lipat tarif terjauh. Kalau seperti ini berarti bebannya menguntungkan mereka walalupun hanya beberapa ons. Nah uangnya lari kemana dari manipulasi tarif overload ini. Soalnya kan selama ini PT MMS mengaku rugi sehingga menaikan tarif,a�? ujar Syaiful Rabu, 11 November 2015.

Menurut Saeful, pengenaan tarif overload dan mengeluarkan kendaraan ke pintu tol terdekat itu sudah menjadi keluhan semua pengusaha angkutan. a�?Kami sudah layangkan surat protes ke PT MMS. Kami tunggu hingga satu minggu ini. Jika tidak ada respons kami akan lakukan upaya hukum dan gugatan hingga Rp 500 miliar,a�? tegasnya.

Kepala Divisi Hukum dan Humas PT MMS Indah Permanasari membantah pihaknya melakukan manipulasi tarif overload. Menurutnya, pengenaan tarif overload sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia menyatakan, bila dari pihak Aptrindo melakukan gugatan, hal tersebut hanya buang-buang waktu. Sebab, pihaknya hanya menjalankan aturan yang ada.

a�?Silahkan saja aturan pemerintah dilihat, aturannya seperti apa jelas sekali dan mudah untuk dipahami. Sebelum masuk gugatan dan ranah pengadilan dibaca dulu aturannya secara lengkap,a�? ujar Indah. (Nur/Cing)