Cabai Merah Lebih Tinggi Vitamin C Dibandingkan Jeruk, Intip Khasiat Lainnya

0
48

Sigmainteraktif.com – Sejak pandemi Covid-19, orang makin menyadari pentingnya mengonsumsi vitamin C untuk menjaga kekebalan tubuh atau imunitas. Vitamin ini bisa didapat dari makanan sehari-hari, tak harus mengonsumsi suplemen vitamin yang dijual.

Vitamin ini identik dengan buah-buahan, terutama jeruk dan lemon. Tapi tahukah Anda bahwa cabai merah ternyata mengandung lebih banyak vitamin C dibandingkan jeruk?

Dilansir dari Health.com, setengah cangkir cabai merah cincang mengandung 107,8 miligram vitamin C. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan satu jeruk ukuran sedang yang hanya mengandung 69,7 miligram vitamin C.

Vitamin C tergolong antioksidan kuat yang dapat menetralkan senyawa tidak stabil atau radikal bebas di tubuh. Vitamin ini mencegah atau mengembalikan kerusakan sel yang disebabkan oleh senyawa ini. Vitamin ini dibutuhkan dalam proses biokimia yang di antaranya terkait dengan kesehatan dan kekebalan.

Kebutuhan vitamin C setiap orang rata-rata 90 miligram per hari, tetapi wanita menyusui membutuhkan tambahan 30 miligram sehari dan orang yang merokok membutuhkan tambahan 35 miligram per hari.

Selain meningkatkan imunitas, cabai merah juga memiliki beberapa manfaat lain sebagai berikut.

  1. Menurunkan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa cabai dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan meningkatkan proses pembakaran lemak.

  1. Artritis

Sebuah penelitian menemukan bahwa capsaicin dalam cabai mengurangi rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh arthritis dan fibromyalgia hingga setengahnya hanya dalam beberapa minggu. Capsaicin digunakan sebagai bahan dalam banyak lotion, tambalan, dan krim.

  1. Kanker

Penelitian telah menemukan bahwa bahan kimia pedas dapat membunuh sel yang terkait dengan lebih dari 40 jenis kanker termasuk usus besar, paru-paru, dan kanker pankreas.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa capsaicin bahkan dapat mengubah cara kerja beberapa gen yang terkait dengan sel kanker dan mencegahnya tumbuh. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan karena beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi cabai dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

  1. Umur panjang

Cabai telah dikaitkan dengan umur yang lebih panjang. Menurut sebuah penelitian, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya satu cabai segar atau kering sebulan selama 20 tahun mengurangi risiko kematian sebesar 13 persen. Namun, peneliti belum begitu yakin dengan alasan bagaimana hal ini bisa terjadi. (Tempo.co/Red)