Deretan Pejabat Pemprov Banten yang Terpapar Covid-19

0
34
Foto; Net

Serang – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu di antaranya meninggal dunia. Hingga Kamis 11 Februari 2021, tercatat sepuluh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pejabat eselon II terkonfirmasi  terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, puluhan pejabat yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut seluruhnya terpapar dari klaster perkantoran. “Klaster perkantoran, ada satu yang kena akhirnya dia tertular,” kata Ati Pramudji Hastuti Kamis 11 Februari 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pejabat yang terpapar tersebut yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, Kepala Inspektorat Provinsi Banten, Kusmayadi, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Gunawan Rusminto. Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP), Beni Ismail, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Nurhana, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Tri Nurtopo, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Mahdani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nana Suryana, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Soerjo Soebiandono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), M Husni Hasan.

Dari nama-nama tersebut, beberapa diantaranya telah dinyatakan sembuh dan kembali melaksanakan tugas, antara lain Kepala BPKAD Rina Dewiyanti, Kadinsos Nurhana, Inspektur Kusmayadi. Sedangkan pajabat yang meninggal akibat terpapar Covid-19 yakni Kepala DLHK, M Husni Hasan.

Menurutnya, dari 10 orang pejabat yang terpapar covid, enam orang dirawat di rumah sakit, sementara sisanya bergejala ringan sehingga hanya menjalani isolasi mandiri.  Ati mengingatkan agar para pejabat daerah selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat jumlah pejabat yang terpapar Covid-19 terus bertambah. Ati menjelaskan, saat ini Provinsi Banten bebas dari zona merah Covid-19, namun tren peningkatan kasus Covid-19 tercatat mencapai lebih dari 200 per hari. “Oleh karenanya liburan Tahun Baru Imlek ini tetap diam di rumah, karena sekarang tidak hanya 3 M tapi 5 M,” katanya. (Sie/Red)