Dalam rangkaian Pengabdian Pada Masyarakat (PESAT), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Banten mengadakan kegiatan peresmian dan penyerahan “Warung Sahabat STIEB” kepada masyarakat di sepuluh desa, penyerahan tersebut bertempat di Kantor Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (13/07).

Ketua Yayasan Pusat Pengembangan Pendidikan Banten (YPPPB) yang menaungi STIE Banten, HER Taufik, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada perangkat desa yang telah menerima dan membimbing mahasiswa Pesat, “Kami datang mengunjungi semata-mata silaturahmi dan berterima kasih kepada pemerintah daerah Pandeglang, yang telah memberi kesempatan bagi kami untuk bisa mengabdi di lokasi desa, Pesat adalah bentuk implementasi hasil pembelajaran dari kampus untuk diterapkan di desa. Kami datang bukan untuk membangun, tapi untuk mengabdi sambil belajar. Semoga anak-anak kami dapat diberikan bimbingan, dan ajak dalam berbagai kegiatan-kegiatan di tengah masyarakat untuk menjadi bekal nanti saat bermasyarakat,” jelas Taufik.

Setali tiga uang, Ketua STIE Banten H. Anis Fuad Salam, SE, MM., dalam penyampaian sambutannya juga meminta dukungan perangkat desa dan masyarakat dalam memberi bimbingan kepada mahasiswa Pesat, “Terimakasih kami sampaikan kepada perangkat desa, dan mohon arahan bagi para mahasiswa peserta pesat. Niat baik kami dalam memberikan warung dalam rangka turut serta membangkitkan ekonomi paska Tsunami Selat Sunda, dan semoga mampu menjadi salah satu penyemangat warga dalam memulihkan ekonomi di desanya,” jelas Anis Fuad.

Ganda yang mewakili kepala desa se-kecamatan Carita, mengucapkan terimakasih kepada STIE Banten atas kepercayaan kepada Kecamatan Carita di empat desa dan juga berbagai desa yang dijadikan lokasi Pesat oleh STIE Banten, “Semoga dengan kehadiran mahasiswa ini, pengabdian bersama masyarakat bisa berkesinambungan dan bersinergi dengan masyarakat. Kami berharap, dengan adanya warung sahabat bisa terus berkembang dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ganda bersemangat.

Taufik Hidayat, M.Si. kepada dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, “Mewakili Ibu Bupati, beliau berterimakasih kepada STIE Banten dan berharap kegiatan ini bisa terus berkesinambungan. Dalam Pesat ini, STIE bisa disebut berhasil di pandeglang, apabila memiliki kader-kader baru yang mau berkuliah di STIE Banten, sinkronisasi program kerja antara Pesat dengan program pemerintah setempat. Bantu pandeglang menjadi pandeglang yang hebat, setelah kegiatan ini selesai labuan dan carita tetap menjadi sahabat antara STIE Banten dan masyarakat,” jelas Taufik Hidayat.

Taufik Hidayat mengajak dialog para ketua Pesat di sepuluh Desa, dan mempertanyakan program apa saja yg sudah disinkronkan dengan pemerintah desa, selain itu harus mampu mengidentifikasi kekuatan-kekuatan desa, dan para calon pemimpin harus mampu menjadi generasi penerus yang bisa menguasai sistem manajemen konflik.

Dalam kegiatan tersebut, pemotongan pita dan penyerahan warung sahabat STIEB juga menjadi agenda utama, pemotongan pita dilakukan oleh Taufik Hidayat, Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, beliau berterimakasih atas penyerahan warung kepada masyarakat desa tersebut, dan berharap dapat meningkatkan kembali perekonomian warga desa yang terdampak tsunami selat sunda.

Adapun Wilayah dan Lokasi Pesat yaitu daerah yang terdampak tsunami yaitu Kabupaten Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Carita (4 Desa), Kecamatan Labuan (3 Desa) dan Kabupaten Serang yang berlokasi di Kecamatan Cinangka (3 Desa) yang diikuti 387 mahasiswa yang terdiri dari 247 mahasiswa prodi manajemen dan 140 mahasiswa prodi akuntansi.

Turut hadir juga dalam kegiatan penyerahan warung STIEB tersebut Teddy Setiadi, camat walantaka turut serta melepas peserta Pesat.