Serang – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua anggota Dewan Perwakilan Daerah Banten dan seorang Direktur PT Banten Global Development (BGD), salah satu  perusahaan daerah Banten dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kedua anggota DPRD tersebut berinisial SMH dan TST. Sedangkan inisial direktur utama perusahaan daerah tersebut adalah RT.

Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi S.P. mengatakan, mereka ditangkap saat melakukan transaksi di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, Selasa, 1 Desember 2015, sekitar pukul 12.42. Menurut Johan, modus penyuapan adalah memuluskan pembentukan peraturan daerah dan rencana pembentukan Bank Daerah Banten.

“Uang yang disita berupa dolar Amerika pecahan US$ 100 dan puluhan juta rupiah,” kata Johan Budi saat konferensi pers di gedung KPK, Selasa, 1 Desember 2015.

Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengatakan, DPRD Banten sedang membahas pembelian bank untuk dijadikan Bank Daerah Banten. “Padahal Saya sudah bilang jangan macam-macam,” tegas Asep.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini nampak emosional saat mendengar kabar penangkapakan dua pimpinan anggota DPRD Banten tersebut. “Sudah saya bilang jangan coba-coba makan uang rakyat, berani makan uang rakyat Banten pasti ketangkap,” tegasnya.

Terkait dugaan adanya anggota DPRD Banten dari Fraksi PDIP yang juga ikut tertangkap, Asep tidak mau menduga-duga. “Belum tau, kami juga masih mengikuti perkembangan beritaan dari KPK,” katanya. (Bay/Cing)