Serang  – Sepanjang  tahun 2015, angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Banten cukup tinggi yaitu sebanyak 1229 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 460 orang akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Banten.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, berdasarkan data yang diterima dari Polda Banten, di tahun 2015 tercatat angka kecelakaan lalintas di Provinsi Banten masih sangat tinggi.

Menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan, harus membangun budaya tertib berlalu lintas dan tata cara berlalu lintas yang baik sesuai peraturan perundang-undangan‎. Revri menyatakan, beberapa faktor penyebab tingginya kecelakaan, di antaranya adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang kedisiplinan lalu-lintas serta mentaati aturan lalu lintas.

“Di Provinsi Banten kasus kecelakaan masih sangat tinggi. Oleh karena itu dengan memperhatikan data riil tersebut kami berupaya menekan angka kecelakaan, salah satunya dengan sosialisasi ini,” ujar Kepala Dishubkominfo Banten, Revri Aroes saat mengisi acara sosialisasi keselamatan lalu lintas di hotel Ratu Bidakara, Selasa, 15 Maret 2016.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengungkapkan, sebagian besar kecelakaan tersebut terjadi karena kesalahan manusia atau human error.  “Angka tersebut menunjukan angka tinggi untuk kasus laka lantas. Untuk itu, perlu peran semua pihak agar angka kecelakaan tersebut bisa lebih ditekan,” ujar Rano.  (Yan/Cing)