Sigmainteraktif.com – Setelah menjalani proses wawancara kerja dan beragam tes, ternyata Anda tak juga mendapat kabar dari perusahaan yang Anda lamar. Setelah ditanyakan, ternyata ada hal yang tidak lolos kualifikasi dan perusahaan memilih untuk tidak mempekerjakan Anda.

Jangan bersedih dulu, justru ini saatnya Anda melakukan introspeksi diri. Ada beberapa alasan yang menyebabkan perusahaan tidak mau mempekerjakan Anda, apalagi dengan kompetisi kerja seperti saat ini.

Berikut ini adalah beberapa alasannya:

1. Kualifikasi Anda kurang

Tak perlu terlalu membesar-besarkan keahlian Anda saat wawancara, karena kurangnya pengalaman akan tetap terlihat. Salah satu alasan perusahaan tak mau menerima Anda, bisa jadi karena keahlian yang Anda miliki masih kurang cukup dan pengalaman pun masih kurang.

Jika memang itu alasannya, maka kini saatnya Anda menambah pengalaman. Misalnya dengan memperpanjang waktu kerja Anda di perusahaan sekarang, agar pengalaman Anda lebih kaya.

Namun jika Anda adalah seorang fresh graduate, maka coba cari pekerjaan yang memang ditujukan untuk para pekerja awal atau bisa juga melakukan kerja lepas untuk menambah pengalaman.

2. Tidak antusias

Anda tidak tersenyum, bicara terlalu perlahan, dan kadang terlihat tidak fokus saat wawancara. Ini merupakan beberapa contoh sikap yang menunjukkan Anda tidak antusias terhadap pekerjaan tersebut. Sudah jelas, perusahaan akan malas menerima karyawan yang bahkan tidak merasa tertarik dengan posisi itu.

Saat wawancara, tunjukkan rasa antusias Anda dengan melakukan kontak mata saat berbicara dan pastikan Anda juga memberikan beberapa pertanyaan terkait perusahaan atau pekerjaan yang Anda lamar.

3. Menjelekkan perusahaan terdahulu

Walaupun Anda punya pengalaman buruk dengan perusahaan terdahulu, jangan sekali-sekali mengungkapkannya saat wawancara di perusahaan baru.

Pilih kalimat dengan hati-hati, tunjukkan sikap profesional, dan kedewasaan untuk menunjukkan kualitas pekerja seperti apa yang Anda miliki.

4. Tiba terlambat

Kesan pertama sangat menentukan dan jika Anda datang terlambat, Anda sudah langsung membuat kesan pertama yang buruk di depan orang yang akan mewawancara Anda.

Dengan keadaan lalu lintas yang kadang tidak menentu, maka pastikan Anda berangkat beberapa jam lebih awal dari janji wawancara. Lebih baik Anda tiba lebih awal dan menunggu, ketimbang si pewawancara yang menunggu Anda.

5. Penampilan tidak profesional

Kata siapa penampilan tidak penting? Justru saat wawancara, penampilan sangat dilihat selain dari kualifikasi Anda dalam surat lamaran.

Cobalah untuk berpenampilan sopan, rapi, dan profesional. Penampilan seperti ini menunjukkan sikap Anda yang menghormati serta keinginan Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

6. Kemampuan komunikasi rendah

Pewawancara pasti akan bertanya kepada Anda, tentang berbagai macam hal. Jika cara bicara Anda buruk atau Anda tidak mampu mengolah kalimat menjadi sesuatu yang bisa dimengerti orang lain, biasanya pewawancara langsung menganggap Anda tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

7. Tidak siap saat wawancara

Selalu persiapkan segala hal sebelum melakukan wawancara, salah satunya adalah dengan mengumpulkan informasi seputar perusahaan tempat Anda melamar.

Pewawancara akan lebih menghargai saat Anda memiliki pengetahuan seputar perusahaan, jabatan yang dilamar, dan perkembangan industri atau bidang pekerjaan yang Anda lamar. (Tempo.co/Acing)