SERANG – Ratusan warga Desa Kaserangan, Kec. Ciruas, Kab. Serang, mendatangi Mapolres Serang, Selasa 22 Maret 2016. Kedatangan warga ini menyusul penetapan 2 warga Ds Kaserangan sebagai tersangka serta satu tokoh agama diperiksa oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Serang dalam kasus pembakaran Cafe Betha dan Cafe Lapo serta perusakan gudang minuman keras (miras) di Desa Kaserangan, Kec. Ciruas, pada Minggu, tujuh Februari lalu.

“Bukan unjukrasa, tapi solidaritas warga dalam memberikan do’a terkait pemeriksaan warganya dalam kasus terjadinya pembakaran 2 cafe,” ungkap Suryorisdianto, Tim Pengacara Muslim (TPM) ditemui di gedung Satuan Reskrim Polres Serang.

Dikatakan Suryo, sungguh tidak adil jika penyidik Polres Serang menetapkan tersangka dalam kasus pembakaran dua kafe tersebut. Suryo mengemukakan bahwa aksi pembakaran merupakan akumulasi kekecewan warga terhadap dua kafe yang telah berdiri sejak tahun 2011. Menurut Suryo, keberadaan dua tempat hiburan malam itu sama sekali tidak disertai ijin dan sudah berulang kali mendapat peringatan dari warga ataupun dari Pemerintah Kecamatan Ciruas.

“Seharusnya penyidik juga memberikan hukuman kepada pengelola cafe. Dalam Perda, jelas disebutkan bahwa mempejualbelikan miras dilarang dan ada hukumannya. Apalagi mereka (pengelola cafe, red) punya gudang penyimpanan miras. Pengelola sudah diingkatkan berulang-ulang tapi bandel. Ada apa sampai mereka (cafe) berani buka ?,” ungkap Suryo.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polres Serang, Ipda Juwandi membenarkan jika penyidik telah menetapkan dua warga sebagai tersangka yang diduga menghasut massa hingga terjadi pembakaran cafe Betha dan cafe Lipo di Ds Kaserangan. Menurut Juwandi, pihaknya melakukan penjemputan paksa dua tersangka Wawi dan Syaifullah karena tidak memenuhi pemanggilan sebelumnya.

“Dua warga sudah ditetapkan sebagai tersangka penghasutan namun tidak dilakukan penahanan,” tegas Juwandi seraya menjelaskan kedua tersangka dijerat Pasal 170 Jo 160 KUHP tentang menghasut supaya melakukan perbuatan pidana.

Seperti diberitakan, pembakaran Cafe Betha dan Cafe Lapo serta perusakan gudang minuman keras pada Minggu (7/2) malam, dipicu oleh kekesalan warga. Pemilik dan pengelola kedua cafe dianggap tidak mengindahkan teguran dari Pemerintah Kecamatan Ciruas agar tutup karena tidak berijin. Sehari sebelum terjadi pembakaran, kedua cafe yang dinilai meresahkan ini sempat disegel warga.(yan/cing)