Lebak  – Stasiun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten, Senin pagi, 9 Mei 2016, dipadati penumpang tujuan Serpong, Palmerah, Kebayoran, Tanah Abang, dan Angke setelah memanfaatkan libur panjang.

Berdasarkan pantauan, ribuan penumpang sejak keberangkatan pukul 04.15 hingga 07.00 masih memadati Stasiun Rangkasbitung. Para penumpang kebanyakan para karyawan dan buruh dengan tujuan Serpong, Palmerah, Kebayoran, Tanah Abang, dan Angke.

Lonjakan penumpang diperkirakan terus berdatangan hingga sore hari karena masih banyak penumpang yang belum kembali ke Jakarta. “Kami memperkirakan penumpang pada arus balik liburan mencapai 12 ribu orang,” kata Junior Supervisor PT KAI Stasiun Rangkasbitung Rini Cahyati.

Menurut dia, selama ini penumpang arus balik bisa terlayani dengan perjalanan keberangkatan-kedatangan melalui Stasiun Rangkasbitung sebanyak 15 kereta, termasuk KA Krakatau, KA Rangkasjaya, dan KA Kalimaya.

Keberangkatan dimulai pukul 04.15 dan terakhir pukul 17.30 dengan rute Rangkasbitung-Angke. Namun saat ini penumpang mengalami lonjakan kenaikan sekitar 200 persen atau 12 ribu orang dibandingkan hari normal, yang hanya mencapai 4.000 orang per hari.

Sebagian besar penumpang naik dari Stasiun Kebayoran, Tanah Abang, Angke, Senen, dan Palmerah. Meningkatnya jumlah penumpang tersebut disebabkan liburan panjang 5-8 Mei yang dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga serta mendatangi lokasi-lokasi obyek wisata di wilayah Banten.

“Saya kira masyarakat di sini masih mencintai jasa angkutan massal KA. Itu terlihat dari pemudik yang saling berdesakan di dalam gerbong kereta,” ujarnya.

Amin, 40 tahun, seorang warga Jakarta, mengatakan dia merasa lega bisa duduk di dalam gerbong setelah berdesakan di Stasiun Rangkasbitung. Ia bersama keluarga memanfaatkan liburan panjang dengan bersilaturahmi kepada orang tua sekaligus mengunjungi obyek wisata adat Baduy. “Kami setiap liburan dipastikan kembali ke kampung halaman,” tuturnya.

Adapun Samsudin, 35 tahun, seorang pegawai aparatus sipil negara DKI Jakarta, mengatakan dia setiap hari pulang-pergi Jakarta-Rangkasbitung. Namun hari ini penumpang berdesakan karena empat hari terakhir libur panjang. “Kami rela berdiri karena satu-satunya angkutan murah adalah KA ekonomi dengan tarif hanya Rp 5.000 per orang,” ucapnya. (Tempo.co/Ant/Acing)