Sigmainteraktif.com – Salah satu fase rawan dalam kehidupan rumah tangga adalah ketika memasuki usia 10 tahun pernikahan. Mayoritas pasangan suami-istri pada saat itu lebih banyak disibukkan dengan kegiatan anak, kewajiban rumah tangga, dan karir di tempat kerja. Kebersamaan antara pasangan suami dan istri menjadi kian menurun.

Banyak riset mengungkapkan, pasangan suami-istri yang sudah 10 tahun menikah, 50 persen masih bertahan, 40 persen berpisah, dan 10 persen berpisah namun masih tinggal satu atap. Tentu setiap pasangan berharap bisa masuk menjadi bagian yang 50 persen tersebut.

Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti yang diungkap oleh Celestial Movies agar Anda dan pasangan bisa menyambut usia 10 tahun pernikahan dan puluhan tahun lagi ke depannya dengan suka cita. Berikut ulasannya:

1. Membuat perjanjian dan saling menerima satu sama lain
Ini perlu dilakukan agar rumah tangga dapat bertahan selama-lamanya. Anda harus bisa saling menerima minat dan hobi masing-masing. Izinkan suami jika ia ingin melakukan hobinya, meski konyol sekalipun. Mungkin pada kesempatan lain, giliran suami yang mendukung hobi Anda. Izinkan pasangan untuk mandiri dan menjadi dirinya sendiri.

2. Berkomunikasi secara rutin
Setelah 10 tahun menikah, mungkin Anda merasa sudah mengetahui segala hal tentang pasangan. Padahal kenyataannya tidak. Anda dan pasangan adalah manusia yang senantiasa berubah. Jadi, luangkan waktu untuk berkomunikasi secara rutin.

Berbagilah tentang apa yang Anda inginkan, bagaimana perasaan Anda, hingga harapan atau impian Anda. Cukup 15 menit sehari untuk berbagi cerita tentang kegiatan Anda pada hari itu.

3. Tunjukkan rasa sayang Anda kepada pasangan
Kurangi perasaan marah, benci, atau kecewa kepada pasangan. Sebaliknya, tunjukkan kepada pasangan betapa besar rasa sayang yang Anda miliki. Lakukan setiap kegiatan menjadi lebih manis dan berkesan satu sama lain. Misalnya, memeluk manja pasangan sambil menonton acara favorit atau drama romantis.

4. Hindari situasi atau keadaan yang tidak menyenangkan
Ketika Anda sedang marah atau dalam kondisi emosi tinggi, tariklah napas secara perlahan lebih dulu. Biarkan emosi itu berlalu, barulah tunjukkan perasaan sayang Anda kepada pasangan. Meski terlihat dibuat-buat pada awalnya, namun ini jauh lebih bermanfaat untuk dilakukan.

5. Jujur dan dapat dipercaya
Anda menikahi pasangan karena Anda menghargai moralnya, percaya atas kejujurannya, dan menghormati perasaannya. Seiring waktu, nilai-nilai kepercayaan Anda akan menjadi berkurang. Mencegah hal tersebut terjadi, mulai saat ini juga, biasakan secara rutin untuk mencurahkan isi hati kepada pasangan.

Setelah itu, Anda akan mendapatkan dukungan, cinta, dan kebersamaan. Demikian pula sebaliknya. Dengan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan, pasangan akan percaya untuk mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Anda sampai kapanpun. (Tempo.co/Acing)