Serang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 78 persen dalam Pilgub Banten 2017 mendatang. “Sebab, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, partisipasi di Banten rata-rata masih berada di kisaran 55 persen. Kami ingin meningkat di angka 78 persen,” kata Ketua KPU Banten Agus Supriyatna Rabu, 3 Agustus 2016.

Menurutnya, untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilgub Banten 2017, pihaknya melakukan terobosan dengan menggandeng Dinas Pendidikan di kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Menurut Agus, KPU Banten sudah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan sejumlah  Perguruan Tinggi yang ada di Banten untuk melakukan sosialisasi di tingkat pemula dengan program goes to campus dan goes to school.

“Ada 40 kampus yang ada di Banten yang nantinya akan kami kunjungi, kemudian ada 155 SLTA di Banten,” ujar Agus.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, selama ini partisipasi pemilihan kepala daerah di Banten selalu mengalami pasang surut. Pada pelaksanaan pikada tahun 2006 partisipasi pemilih mencapai 60,83 persen dan sempat meningkat pada Pilkada 2011 yang mencapai 62,38 persen.

Namun pada Pemilukada serentak tahun 2015 yang dilaksanakan di 4 kabupaten/kota yakni, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan, partisipasi pemilih mengalami penurunan, hanya berkisar 56,67 persen dari target 70 persen.

“Oleh karena itu, semua pihak perlu memikirkan strategi yang tepat untuk menekan angka apatisme politik yang menggejala di sebagian masyarakat Banten saat ini,” ujar Rano.

Rano mengungkapkan,Pemilu harus dipahami sebagai ruang kontestasi kebaiakan, bukan ajang untuk saling memburuk-burukan. “Pemilu itu harus dipahami sebagai ruang kontestasi bukan ajang saling memburuk-burukan”. Kata Rano. (Acing/Nasir)