Cilegon – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kota Cilegon mencurigai masih banyak perusahaan atau industri di Kota Cilegon yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang bermasalah atau ilegal.

Yang jadi masalah, buruh dari Cina ini banyak mengerjakan pekerjaan kasar yang seharusnya bisa dikerjakan buruh lokal. “Seperti yang terjadi di PT Semen Jakarta kemarin, dalam catatan hanya puluhan TKA yang bekerja disana. Namun ada laporan yang bekerja disana hingga ratusan TKA,” ujar anggota Timpora Kodim 0623 Cilegon, Letnan Satu Abu Nawas Kamis, 11 Agustus 2016.

Menurutnya, Tim Pengawasan Orang Asing Kota Cilegon telah berhasil mengamankan ratusan TKA di wilayah Cinangka, Kabupaten Serang yang diduga berupaya melarikan diri untuk menghindari pemeriksaan. “Informasinya, TKA itu tinggal di Suralaya dan bekerja di perusahaan yang berada di Puloampel,” katanya.

Abu mengungkapkan, dari temuan-temuan itu pihaknya meyakini masih banyak TKA bermasalah di wilayah Cilegon. Dalam waktu dekat ini, Timpora yang terdiri dari beberapa instansi, seperti kepolisian, Imigrasi, TNI, Disnaker dan instasi lainya akan bergerak memperkecil peluang TKA berada di Cilegon. “Tunggu saja, sudah ada beberapa perusahaan yang sedang kita awasi,” tegasnya.

Abu meminta kepada setiap perusahan yang menperkerjakan tenaga asing untuk menaati peraturan yang berlaku. Bila ditemukan ada tenaga asing bermasalah, akan diberikan sanksi yang cukup berat, salah satunya dideportasi oleh pihak Imigrasi. “Kita akan terus bergerak selaku tim pengawas tenaga kerja asing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon Sahat Pasaribu memastikan, jumlah TKA asal Tiongkok yang tercatat dan dinyatakan legal atau berdokumen resmi dari kantor keimigrasian Kota Cilegon hanya ada ratusan TKA saja. “Dalam catatan kami hingga saat ini hanya ada sekitar 401 TKA,” katanya. (Nur/Rmd)