Serang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten akan mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk meminta kejelasan soal dugaan adanya indikasi korupsi di Pilkada Banten seperti yang telah disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu.

Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriatna, mengatakan, surat tersebut dikirim ke lembaga anti rasuah untuk meminta penjelasan langsung dari KPK terkait pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu yang mengatakan akan membongkar kasus dugaan korupsi setelah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 selesai digelar.

“Kita ingin langsung mendengarkan penjelasan langsung dari sumbernya, agar tidak ada kesalahan persepsi,” ujar Agus Supriatna, Kamis, 1 Desember 2016.

Menurut Agus, pihaknya harus mengirimkan surat ke KPK lantaran pernyataan Agus Rahardjo tersebut berkaitan dengan proses penyelengaran Pilgub Banten. Menurutnya, jika tidak menyinggung persoalan pemilu yang menjadi domain tugas KPU, pihaknya tidak akan menyurati KPK.

“Sesuai arahan dari KPU RI, kami akan mengirim surat kepada KPK untuk meminta kejelasan mengenai maksud dari statmen itu,” kata Ketua Pokja Pencalonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Syaeful Bahri.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan akan membongkar kasus dugaan korupsi setelah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 selesai digelar. “Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh,” kata Agus usai menghadiri Bedah Buku ‘Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi’ di Kantor PWNU Banten, Kota Serang, Sabtu, 26 November 2016.

Agus enggan memberi bocoran mengenai kasus itu. Namun, dia memastikan kasus itu masih berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu dan bukan terkait dengan dana kampanye. “Sebetulnya ada kejadian sebelumnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus yang akan diungkap berkaitan dengan fakta persidangan atau hasil putusan pengadilan yang sudah berjalan. “Jadi, hasil sidang sebelumnya menunjukkan ada yang terlibat. Pelajari saja amar putusannya,” ujarnya.

Menurut Agus, indikasi korupsi itu tidak bisa disampaikan sekarang lantaran  proses pilkada masih berlangsung di Banten. Yang jelas menurut Agus, KPK sudah mengindikasikan ada tindak pidana korupsi. “Kita nunggu nanti aja deh,” kata Agus. (Sie/Rmd)