Serang – Rano Karno, disebut menerima duit sekitar Rp 300 juta dari mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah. Uang ini diduga berasal dari hasil korupsi pengadaan alat kesehatan di pemerintah Provinsi Banten 2011-2013, yang menjerat Atut.

Rano membantah keterangan ini. Dia mengatakan informasi itu tidak benar dan merupakan pendapat yang tidak berpijak pada kenyataan sesungguhnya.

“Informasi itu hanya fitnah dan penuh dengan intrik politik,” kata Rano seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 8 Maret 2017. Rano mengatakan ada pihak yang ingin membunuh karakternya karena dia bersaing dengan putra Atut, Andika Hazrumi, dalam pemilihan Gubernur Banten 2017.

Informasi mengenai aliran dana kepada Rano disampaikan jaksa penuntut umum KPK, Budi Nugraha, saat membacakan dakwaan Atut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini, Rabu, 8 Maret 2017. Namun dalam surat dakwaan jaksa tidak menjelaskan secara detil peran Rano sehingga bisa mendapatkan aliran dana.

Kuasa Hukum Atut, TB Sukatma, mengatakan Rano juga menerima dana lain untuk perkara pencucian uang. Menurut dia, jumlahnya lebih dari Rp 4 miliar.

Rano mengatakan dia sangat menghargai dan tidak bisa melarang seseorang memberikan kesaksian kepada penyidik maupun di ruang-ruang sidang. “Terlepas apakah keterangan itu diberikan berdasarkan sebuah kebohongan atau fitnah,” kata Rano.

Untuk itu, Rano mengatakan siap menjadi saksi dan bekerja sama untuk membuktikan faktanya. “Tidak ada keraguan, saya siap kapanpun jika KPK membutuhkannya,” kata Rano.

Rano mengatakan dirinya yakin aparat hukum memiliki cara dan alat untuk membuktikan pendapat setiap saksi. Ia percaya penegak hukum serta penyidik di KPK memiliki instrument dalam membuktikan setiap informasi yang disampaikan narasumber.

Sebelumnya, Kuasa hukum Atut, TB Sukatma mengatakan uang Rp 300 juta yang diterima Rano Karno hanya terkait dengan alkes (alat kesehatan). Menurut dia, Rano menerima lebih dari itu untuk perkara pencucian uang.

“Ini khusus untuk alkes ya. Kalau TPPU-nya itu jelas ada juga lebih dari Rp 4 miliar aliran dana kepada yang bersangkutan,” kata Sukatma. Dugaan ini, kata dia, berdasarkan pada keterangan saksi.

Dalam surat dakwaan, jaksa tidak menjelaskan peran Rano sehingga mendapatkan uang tersebut. Adapun Sukatma juga mengatakan masih belum tahu untuk apa peruntukan uang itu kepada pemeran Si Doel ini. “Saya kira nanti di persidangan akan dijelaskan,” katanya. (Tempo/Sie)