Tangerang – Bandara Internasional Soekarno – Hatta ditetapkan sebagai pemenang kategori The World’s Most Improved Airport 2017 atau bandara paling berbenah dalam ajang World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax.

Sebagai pemenang, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di peringkat pertama melewati pencapaian Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar di peringkat kedua. Berturut-turut di peringkat ketiga hingga sepuluh; Bandara Houston, Delhi, Haikou Meilan, Guangzhou, Phoenix, Tokyo Narita, Paris Charles  de Gaulle, dan Los Angeles.

Seiring dengan keberhasilan meraih penghargaan ini, peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta di The World’s Top 100 Airport pun naik menjadi berada di posisi ke 44 dari sebelumnya 63.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengaku bangga karena Bandara Soekarno-Hatta berhasil meraih penghargaan The World’s Most Improved Airport dari Skytrax, yang tidak lain adalah lembaga terpandang di dunia aviasi.

“Penghargaan ini kami persembahkan bagi Indonesia, industri penerbangan nasional, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kemajuan Bandara Soekarno-Hatta,”ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Maret 2017.

Penghargaan dari Skytrax ini, kata Awaluddin, semakin memacu AP II untuk berbuat lebih baik lagi, menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan perusahaan sebagai bandara yang dapat mengharumkan nama bangsa, serta berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian dan pengembangan pariwisata.

“The World’s Most Improved Airport ini adalah pencapaian awal dari target kami yang lebih besar, yakni menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara terbaik,” jelas Awaluddin.

Adapun secara resmi penghargaan pemenang The World’s Most Improved Airport 2017 diterima oleh Awaluddin dari CEO Skytrax Edward Plaisted dalam ajang World Airport Awards yang digelar di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat, atau 15 Maret 2017 waktu Indonesia.

Untuk diketahui, penghargaan The World’s Most Improved Airport adalah salah satu kategori di dalam World Airport Awards yang merupakan salah satu ajang paling prestisius di industri kebandarudaraan global.

Para pemenang dalam ajang penghargaan ini ditentukan berdasarkan The Skytrax World Airport Survey yakni survei independen terhadap 13,82 juta responden dari 105 negara yang dilakukan di 550 bandara seluruh dunia pada Juli 2016 hingga Februari 2017.

Survei ini mengevaluasi pengalaman para pelancong terhadap fasilitas dan produk bandara dari mulai check-in, kedatangan, transit, belanja, keamanan dan imigrasi, hingga ke gate keberangkatan.

Awaluddin mengatakan Terminal 3 tidak dipungkiri merupakan salah satu faktor keberhasilan Bandara Soekarno-Hatta meraih penghargaan Skytrax ini. Mulai dioperasikan sebagian pada 9 Agustus 2016, Terminal 3 saat ini baru melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia.

Pada April 2017, AP II akan kembali mengoperasikan sebagian area Terminal 3 untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia. Pada akhir tahun ini, seluruh area Terminal 3 ditargetkan dapat beroperasi sepenuhnya untuk melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia dan semua penerbangan internasional.

Saat beroperasi penuh nanti, Terminal 3 secara resmi menjadi terminal penumpang pesawat terbesar dan terluas di Indonesia yang dapat menampung hingga 25 juta orang, serta dilengkapi dengan fasilitas dan sistem teknologi informasi termodern.

Adapun diperkirakan pada tahun 2017, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 60 juta orang. (JH/Tempo/Sie)