Tangerang – Gubernur Banten terpilih Wahidin Halim siap berlari merealisasi program-program pembangunan yang pernah dikampanyekan bersama Wakil Gubernur Banten terpilih Andika Hazrumy. Wahidin, yang saat ini menunggu dilantik Menteri Dalam Negeri, mengatakan, seusai penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten, dia segera menyiapkan strategi birokrasinya.

“Beberapa bulan lalu, kami turun me masyarakat. Mereka butuh pelayanan yang lebih baik, dan kami sudah punya programnya. Salah satunya pengobatan gratis hanya dengan kartu tanda penduduk,” kata Wahidin, Kamis, 6 April 2017.

Menurut dia, dalam bidang pendidikan juga harus lebih baik dan mudah. Masyarakat tidak mampu harus bersekolah. “Problem yang ada sekarang adalah tidak adanya anggaran untuk itu. Kami akan mendata masyarakat berusia sekolah yang tidak mampu agar bisa ditanggung pemerintah, bersekolah gratis,” ucap Wahidin.

Selain memprioritaskan pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu, Wahidin akan menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di seluruh jalan desa dan pelosok Banten.

Untuk mendukung programnya, Wahidin menuturkan akan melakukan perubahan struktur. “Ya, kalau tidak bisa lari, ditinggal,” ujarnya tertawa. Sebagai birokrat, salah satunya menjabat Wali Kota Tangerang dua periode, Wahidin menyatakan memiliki strategi jitu untuk menggerakkan birokrasi.

Kemenangan Wahidin-Andika didasari keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan pasangan Rano-Embay tentang hasil pemilihan kepala daerah Banten 2017.

Alasannya, seperti disampaikan ketua majelis hakim Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat, pemohon (Rano-Embay) tidak memiliki legal standing. Artinya, mereka tidak memiliki kedudukan hukum untuk menggugat karena tidak memenuhi syarat formal gugatan. (Tempo.co/Sir)