Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memastikan kabar pembangunan gereja terbesar di Asia Tenggara yang dibangun di Perumahan Svarna Padi Alam Sutera adalah hoax. Zaki juga meminta masyarakat Kabupaten Tangerang tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak benar ada pembangunan gereja. Pengajuan izin gereja juga tidak ada, itu hoax. Yang benar adalah kami menerbitkan izin pendirian sekolah umum Santa Laurensia,” kata Zaki, Kamis, 19 Oktober 2017.

Menurut Zaki, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu hanya memberikan izin pendirian sekolah umum bernama Santa Laurensia di Kecamatan Sindang Jaya. “Kalau untuk izin sekolah memang sudah ada izinnya. Tapi kalau soal gereja, Pemkab tidak pernah menerima pengajuan izin, apalagi mengeluarkan izin pembangunan gereja di Sindang Jaya,” kata Zaki.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Zaki menyusul maraknya isu yang berembus di tengah masyarakat akan ada pembangunan gereja terbesar di Asia Tenggara. Disebutkan gereja tersebut akan didirikan di lokasi pembangunan sekolah Santa Laurensia, yakni di Perumahan Svarna Padi Alam Sutera, Kecamatan Sindang Jaya.

Pemkab Tangerang, kata Zaki, ingin meredam emosi masyarakat. Apalagi isu yang berkembang itu berbuntut ajakan pengerahan massa untuk menggelar aksi penolakan pembangunan gereja pada Jumat, 20 Oktober 2017.

Zaki berharap masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengimbau masyarakat berpikir cerdas dan memahami informasi yang berkembang. “Kita hidup di negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jangan sampai hoax memecah-belah persatuan dan kerukunan umat beragama,” tutur Zaki.

Dia juga meminta masyarakat Kabupaten Tangerang bersama-sama meredam informasi yang bisa memicu perpecahan kerukunan hidup bermasyarakat dan beragama di sana. “Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan dan diselesaikan dengan duduk bersama, bermusyawarah.”

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang Nono Sudarno menyebutkan sekolah itu telah mengurus izin pemanfaatan ruang, UKL, UPL, dan izin mendirikan bangunan. IMB untuk sekolah itu telah dikeluarkan instansi tersebut pada awal Oktober lalu.

Nono memastikan tidak ada izin gereja yang dikeluarkan. “Hanya izin sekolah Santa Laurensia dan semua perizinannya sudah lengkap,” katanya. (Tempo/Sie)