Serang – Pemerintah Kota Serang akhirnya melarang sementara ojek online beroperasi di Ibu Kota Provinsi Banten. Penghentian operasi ojek online tersebut karena alasan menjaga kondusifitas antara ojek pangkalan dan ojek online diwilayah kota serang.

Sekretaris Daerah Kota Serang, Tubagus Urip Henus menjelaskan, Pemkot Serang telah menutup sementara kantor Gojek yang berada di Jalan Kiai Haji Sokhari, Kidang Sumur Pecung, Kota Serang. Penutupan tersebut dilakukan karena pengelola Gojek selalu mangkir dalam setiap mediasi.

“Pemerintah Kota Serang menutup sementara Go-Jek di Kota Serang, sampai pihak GoJek mau duduk bersama. Untuk itu kami harap para tukang ojek pangkalan bisa bersama-sama menjaga keamanan,” ujarnya Selasa, 14 Novemver 2017.

Menurutnya, jika pihak Gojek tidak mau duduk bersama, maka pemerintah akan menutup secara permanen. “Nanti Satpol PP dan Dishub akan menginfokan kepada driver Gojek terkait hal ini. Alasan mereka terlalu banyak, ketika kami undang untuk mediasi,” ujarnya.

Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman mengatakan, akhir-akhir ini memang ada permasalahan terkait angkutan roda dua yaitu antara Opang dan Gojek. Kota yang akan berkembang, kata dia, harus mengakomodasi semua pihak, karena ini akan memberikan solusi kepada masyarakat. “Kami sedang membangun komunikasi dengan kedua pihak tersebut. Beberapa waktu lalu, kami meminta pihak Gojek untuk duduk bersama, tetapi tidak datang,” kata Jaman.

Amrul, kordinator Paguyuban Pengemudi Ojek Pangkalan Se Kota Serang mengapresiasi atas keputusan Pemkot Serang. Pihaknya berkomitmen akan menjaga kondusifitas lingkungan agar Opang dan Gojek tidak terjadi gesekan. “Kami berterima kasih pada Pemkot Serang karena sudah mendengar aspirasi kami untuk menutup Gojek di Kota Serang,” katanya.

Ia juga mengatakan akan menghentikan pengemudi Gojek yang masih beroperasi di Kota Serang. “Kami akan mengingatkan dan memberitahu pada pengemudi Gojek bahwa Gojek ditutup sementara oleh Pemkot. Jika mereka membandel maka kami akan laporkan langsung ke Pemkot Serang,” ujarnya.

Kebijakan tersebut mendapat banyak tanggapan di media social. Menurut para netizen, pemkot serang dianggap mengambil kebijakan yang tak tepat dan dianggap sebuah kemunduran. Sebab, banyak masyarakat yang justru sangat membutuhkan transportasi online yang dinilai praktis dan murah.

“Ngak bisa mengikuti kemajuan zaman…selama nya akn tetep jdi kota tertinggal,” ujar akun bernama Poet Puji Rahayu. “Knapa sekalian gk pake becak or delman lgi aja kota Serang… Mungkin harus tertinggal jaman lg ini kotah tercinta” ujar akun Rafi Hidayat. (Sie/Rmd)