Para buruh se-Tangerang Raya menggelar aksi besar-besaran pada Kamis (23/11/2017). Mereka menyuarakan aspirasinya menolak keras penetapan UMK 2018 yang sudah disahkan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Ia menyebut masa yang menggelar aksi ini berasal dari Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Mereka berjalan iring – iringan dengan menggunakan sepeda motor dan juga mobil.

“Ada beberapa titik kumpul seperti di Jatiuwung, Bitung, Cikupa, dan Balajara. Setelah itu kami berangkat bersama – sama ke Kantor Gubernur,” ucapnya.

Alhasil aksi para buruh tersebut menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Polisi juga turut melakukan pengawalam melekat terhadap demo besar – besaran itu. “Kami meminta agar Gubernur revisi UMK 2018 yang sudah disahkan,” kata Riden.