Kasus wabah difteri yang disebabkan bakteri Corynebacterium diptheriae di Banten semakin mewabah. Sampai Rabu (13/12) malam, satu pasien asal Balaraja, Tangerang positif terjangkit wabah ini.

Total, 91 kasus ditemukan di 8 kabupaten dan kota seluruh Banten.

“Tadi malam Balaraja satu orang, sekarang bertambah jadi 91, yang Balaraja (umurnya) sudah dewasa,” kata Kasi Surveillance Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten drg Rostiana kepada detikcom, Serang, Banten, Kamis (14/12/2017).

Rostiana mengatakan pihak Dinkes meminta pasien asal Balaraja tersebut dirawat di RSUD Balaraja. Hal ini dikarenakan ruang isolasi beberapa rumah sakit di Banten khususnya Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Serang sudah penuh.

Selain itu, RSUD Banten yang sebetulnya memiliki kapasitas 8 ruang isolasi juga belum selesai pembuatan ruangannya. Di rumah sakit tersebut saat dirawat sebanyak 3 pasien.

“Di Rumah Sakit Drajat sekarang 5 pasien, kapasitasnya 4 orang dan 1 dipaksakan masuk,” ucapnya.

Rostiana melanjutkan, pihak Dinkes sebetulnya sudah mengirimkan surat dan nota dinas ke Gubernur Banten Wahidin Halim. Ini terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Namun, menurutnya, gubernur belum bisa menyampaikan KLB tersebut karena baru dua daerah yang menyatakan resmi KLB yaitu Kabupaten Serang dan Tangerang.

Di hari keempat pemberian vaksin difteri, Dinas Kesehatan menurut Rostiana saat ini memfokuskan ke sekolah-sekolah di seluruh Banten. Ia mengaku kewalahan karena persiapan dan sosialisasi pemberian vaksin difteri yang hanya satu hari.

“Kita kewalahan dengan waktu yang sangat singkat dan sasaran banyak. Sosialisasi nggak cukup, persiapannya sehari, jadi luar biasa,” ucapnya.

Sampai hari ini, wabah difteri di Banten mengakibatkan 9 orang meninggal dunia sepanjang 2017. Dengan daerah kasus terbanyak di Tangerang 30 orang, Serang 14 orang , Kota Tangerang 16 orang, Pandeglang 10 orang, Kota Serang 12 orang, Lebak 3 orang, Tangerang Selatan 4 orang dan Cilegon 1 orang.

“Yang kasus di Cilegon ternyata warga Menes, Pandeglang. Sekarang dirawat di RSU Banten,” kata Rostiana menegaskan.