Serang – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang bersama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak. berhasil menggagalkan peredaran sebanyak 1.055 karton kosmetik ilegal yang diangkut memakai mobil jasa ekspedisi di SPBU daerah Jabal Nur, Merak, Kota Cilegon pada, Ahad, 25 Maret 2018 lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga pengiriman produk kosmetik ilegal Ini adalah produk import dari negara Filipina yang masuk ke wilayah Sumatera dengan tujuan Jakarta melalui pelabuhan Merak, Banten.

Dari dalam mobil truk berwarna merah dengan nomor polisi BM 8130 RY tersebut, petugas menemukan kotak-kotak yang memuat kosmetik ilegal bermerek RDL Hydroquinone dan Tretinoin Babyface. Diperkirakan nilai keekonomian dari temuan kosmetik ini mencapai lebih dari 5 miliar rupiah.

“Bersama rekan-rekan disini berhasil berupaya menahan peredaran pendistribusian produk ilegal yang bahan berbahaya satu merek tertentu dengan kemasan prefesional tapa ijin edar,” kata Penny Lukito kepala BPOM RI saat expose hasil penyitaan produk ilegal di halaman kantor BPOM Serang, Cipocok, Kota Serang, Banten, Selasa, 27 Maret 2018.

Penny menjelaskan, bahan hydroquinone dan tretinoin sebetulnya adalah obat pemutih kulit dengan mengandung zat berbahaya. Maka penggunaannya harus menggunakan resep dokter dan harus dipantau langsung oleh dokter.

“Efeknya Iritasi, merah-merah kepada kulit dan bisa Merusak ginja karena termasuk obat keras,” katanya.

Tindak lanjut dari temuan ini, pihaknya akan melakukan investigasi kepada pemilik produk dengan dugaan pelanggaran terhadap pasal 196 dan pasal 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“status pengirimnya masih saksi, kita akan tetap telusuri pemiliknya. Ini tidak ada ijin edar dan termasuk bahan terlarang nanti kita akan jerat ancaman penjara 15 tahun dan denda 1,5 M,” katanya.

Dia menjelaskan, produk tersebut masuk ke Indonesia secara ilegal dari negara Filipina. Sehingga, belum terjamin aspek keamanan, mutu dan manfaat dari produk tersebut. “Kosmetik ini dijual ke seluruh wilayah Indonesia tanpa adanya izin edar,” ujarnya.

Pihaknya bersama dengan kepolisan akan melakukan penelusuran modus operandi yang memanfaatkan prlabuhan untuk memasukan produk ilegal ke wilayah Indonesia.

“Kami akan memberikan warning yang ikut mendistrubiskan produk itu dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso mengapresiasi atas temuan BPOM tersebut. Babar berharap temuan ini tidak terjadi lagi di wilayah Provinsi Banten.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Banten. Kami dari Disperindag menjaga hak konsumen, ini dipastikan harganya murah karena produk ilegal. Mudah-mudahan masyarakat semakin paham terhadap produk-produk ilegal ini,” ujar Babar.

(Sir/Rmd)