SERANG – Satu pekan jelang Lebaran 1439 Hijriah, harga sembako terus naik. Bahkan, harga daging merah di pasaran kenaikannya di atas 20 persen.

Untuk menstabilkan harga sembako selama Ramadan hingga Lebaran, Pemprov Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah yang dikemas dalam Bazar Ramadan di delapan kabupaten kota. Di tingkat provinsi, bazar digelar di halaman Masjid Albantani KP3B, Curug, Kota Serang.

Kepala Disperindag Banten Babar Suharso mengatakan, bazar Ramadan ini bekerja sama dengan beberapa OPD, Dharma Wanita, BUMD dan perusahan ritel untuk menyediakan harga murah sampai setengah dari harga pasaran. “Meskipun secara ekonomi bazar Ramadan ini belum cukup untuk menekan kenaikan harga bahan pokok, kegiatan ini cukup memberikan kemudahan bagi sebagian masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang murah,” kata Babar kepada wartawan, Selasa (5/6).

Selain menggelar pasar murah, lanjut Babar, pihaknya juga melakukan pemantauan secara harian terhadap harga-harga bahan pokok di delapan kabupaten kota. Terutama daging sapi yang harganya sudah di atas Rp120 ribu. “Kami juga melakukan sidak ke pasar tradisional dan modern terkait kepatuhan para pedagang dalam menetapkan harga jual serta laporan ketersediaan stok,” ungkapnya.

Terkait lonjakan harga daging, Pemprov Banten akan mencoba menstabilkan harga dengan menggelontorkan stok daging merah beku dalam jumlah besar.

Babar menuturkan, pihaknya secara masif sudah mulai memperkenalkan daging beku kepada masyarakat sejak tahun kemarin. Meski awalnya kurang diminati, saat ini sudah mulai diterima. “Masyarakat sudah mulai mengenal daging beku. Gelontoran daging beku sejak tahun lalu itu kurang diminati, tapi sekarang mulai diterima. Terutama untuk industri olahan makanan seperti warung nasi padang dan bakso,” ungkapnya.

Dikatakan Babar, dengan minat masyarakat akan daging beku yang meningkat maka pihaknya akan terus menggelontorkan komoditas tersebut, terlebih jelang Lebaran. Dengan begitu, pada akhirnya mampu menekan harga daging merah segar yang harganya biasa meroket di periode yang sama.

“Harga untuk daging sapi beku bisa Rp70.000 per kilogram meski HET (harga eceran tertinggi) Rp80.000 per kilogram. Daging kerbau beku Rp75.000 per kilogram. Kalau daging merah segar saat ini Rp120.000 per kilogram. Dengan daging beku, diharapkan harga daging merah segar bisa normal,” katanya.

Babar pun menjamin, kebijakan gelontoran daging beku akan terus konsisten karena stok komoditas tersebut sangat melimpah. Dia juga mengimbau agar rumah tangga bisa mencoba daging beku seperti yang dilakukan industri olahan makanan sebelumnya. “Stok memang melimpah. Jauh-jauh hari sudah kita siapkan. Kualitas daging beku juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Misalnya untuk olahan rendang dan bakso. Keberlangsungan produk ada, jadi bisa diandalkan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Wahidin Halim mengatakan, setiap menjelang Lebaran di mana pun harga-harga sembako mulai naik, apalagi kebutuhan masyarakat meningkat terhadap daging, terigu, beras dan sebagainya. Bahkan, harga cabai rawit ikut naik. “Ini memang perlu kita lakukan upaya-upaya ke depan bagaimana agar harga-harga ini tidak naik,” katanya.