Serang – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari mengatakan dalam upaya peningkatan target pendapatan daerah tahun 2018, pihaknya berupaya melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Salah satunya dengan menerapkan sistem monitoring terhadap data wajib pajak yang ada di kantor Samsat supaya terintegrasi dengan baik.

“Dengan sistem ini semua data yang ada di Samsat se-Banten, bisa terintegritas dengan baik. Jadi kami mudah memantau terhadap perkembangan jumlah wajib pajak yang belum membayar kewajibannya,” kata Opar Selasa, 6 November 2018.

Opar mengatakan, sistem monitoring dalam bentuk website dipasang ruangan Kepala Bapenda yang telah terintegrasi koneksinya berjalan di 11 Samsat yang berada di Polda Metro Jaya maupun Polda Banten, dan servernya berada di kantor Bapenda Banten.

Dengan adanya sistem monitoring terintegrasi ini, kata dia, pihaknya dapat melakukan pengecekan melalui website. “Jadi, ketika masyarakat membayar pajak, angka tersebut mengalami kenaikan per lima menit. Ini menandakan sistem yang kami bangun cukup baik, karena pada saaat masyarakat membayar pajak datanya bisa langsung masuk ke server,” katanya.

Opar mengatakan dengan sistem monitoring terintegrasi ini, pihaknya mampu membaca tentang perkembangan wajib pajak dan segera melakukan beberapa upaya lain dalam rangka peningkatan wajib pajak. “Misalkan saja, menjelang akhir tahun, jika wajib pajak banyak yang belum belum bayar, maka dilakukan upaya berupa turut bekerjasama dengan Polda dalam operasi zebra. Dengan upaya ini aka terdongkrak pendapatan diakhir tahun,” ujarnya. (Des/Rmd)