Cilegon – Masyarakat Kota Cilegon  diminta untuk melaporkan kondisi kendaraannya ke kantor Unit Pelaksna Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon jika sudah dijual kepada orang lain, atau hilang.

Kepala UPT Samsat Cilegon Supriyadi menjelaskan, hal itu perlu dilakukan agar data kepemilikan kendaraan di sistem UPT Samsat terhapus, sehingga masyarakat tidak terus-terusan ditagih oleh petugas untuk membayar pajak.

“Laporkan saja segera ke Samsat, nanti akan ada pemutakhiran data pemilik kendaraan yang dijual. Dengan sistem itu, otomatis pemilik lama tidak terkena pajak. Pajak kendaraan yang dijual itu akan dibebankan kepada pembelinya,” kata Supriyadi Rabu,  8 Mei 2019.

Untuk membuat laporan penjualan kendaraan bermotor kendaraan bermotor itu tidak dikenakan biaya alias gratis. Si pemilik tinggal mengisikan data penjualan pada formulir yang tersedia di Samsat. Prosesnya tidak memakan waktu lama karena hanya perubahan data saja.

Cara ini, lanjut Supri, akan memaksa pembeli kendaraan mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sehingga tidak ada lagi mengurus pajak kendaraan dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) Penjual. “Jadi kalau kendaraan sudah dijual, langsung balik namakan saja, biar nanti datanya diblokir di sistem,” katanya.

Supriyadi menjelaskan, untuk mengetahui kondisi kendaraan masyarakat yang telah terdaftar dalam sistem, UPT Samsat Kota Cilegon saat ini sedang melakukan penelusuran data.

Tahun 2019 pihaknya menargetkan 35.243 unit kendaraan dalam proses penelurusan data tunggakan pajak. Penelusuran 19.800 unit kendaraan dilakukan oleh petugas dari UPT Samsat Kota Cilegon, sedangkan sisanya dilakukan oleh petugas dari PT POS.

Agar target itu bisa tercapai, proses penulusuran data dilakukan setiap hari dengan cara mendatangi langsung alamat wajib pajak yang telah terdaftar di dalam sistem atau dikenal dengan istilah dor to dor.

Setiap satu bulan, satu petugas ditargetkan minimal berhasil menelusuri data kendaraan sebanyak 30. “Ada 84 pegawai yang kita kerahkan setiap hari untuk melakukan penelusuran itu,” katanya. (Adv)