Cilegon – Dalam kurun waktu empat bulan, dari Januari hingga 7 Mei lalu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Cilegon berhasil menarik lebih dari Rp113 miliar pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Naman Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Secara rinci, jumlah pendapatan itu terdiri dari pendapatan PKB sebanyak Rp.40.325.205.400 atau 29,93 persen dari total target. BBNKB sebanyak Rp73.235.205.400 atau 27,14 persen dari target.

Kepala UPT Samsat Kota Cilegon Supriyadi menjelaskan, tahun ini, pendapatan UPT Samsat Kota Cilegon dari sektor PKB dan BBNKB ditarget lebih dari Rp269 miliar. Secara rinci, target tersebut terdiri dari PKB sebesar Rp.134.728.400.011, dan BBNKB sebesar Rp.135.076.000.000.

Supriyadi mengaku pihaknya telah berupaya agar target itu bisa tercapai, baik dengan cara sosialisasi maupun tindakan yang bersifat jemput bola, misalnya penelusuran data tunggakan pajak.

Agar target itu tercapai, selain dengan penelusuran data, Samsat Kota Cilegon juga melakukan upaya mendekatkan layanan pajak seperti Samsat Keliling, Samsat Motor, dan Samsat Kalong. “Samling biasanya di Krakatau Junction, hari Minggu pagi pas car free day, atau di Pasar Kelapa, di sana WP (wajib pajak) bayak yang telah faham,” ujarnya, Kamis, 9 Mei 2019.

Jika Samling dilakukan di pagi atau siang hari, Samsat Kalong berbeda, upaya mendekatkan layanan pajak tersebut dilakukan di malam hari. Biasanya, program itu dilakukan di Sabtu malam di Alun-alun Kota Cilegon. Lokasi itu dipilih karena setiap minggu fasilitas umum tersebut selalu ramai oleh kegiatan remaja yang mayoritas adalah wajib pajak.

Supriyadi mengajak kepada masyarakat untuk sadar dan taat pajak, karena dari hasil pajak itu digunakan untuk pembangunan di setiap daerah yang berdampak pada pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Bapenda Provinsi Banten, hingga saat ini masih ada sebanyak 1,9 juta kendaraan di Provinsi Banten belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Besaran tunggakan pajak dari 1,9 juta unit kendaraan roda dua (motor) dan roda empat (mobil) itu mencapai kisaran Rp 600 miliar. Tunggakan PKB itu untuk periode 2014 sampai 2018. (Adv)