Serang –  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten terus bergerak dengan berbagai inovasi dan kreatifitas dalam menggali pendapatan daerah, baik dalam bentuk program yang dilakukan secara internal maupun melibatkan pihak lain.

Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari menjelaskan, Bapenda Provinsi Banten telah membangun kerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk program pendataan jumlah kendaraan bermotor serta upaya-upaya lain dalam mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Menurut  Opar, berdasarkan kerjasama dengan Polda Banten diketahui terdapat 5,4 juta unit kendaraan bermotor di wilayah hukum Polda Banten. Jumlah itu didominasi oleh kendaraan roda dua  dengan jumlah sebanyak 83 persen dari total jumlah kendaraan tersebut.

Kerjasama itu menurut Opar telah berjalan efektif. Karena itu, Bapenda Provinsi Banten saat ini sedang berupaya membangun kerjasama serupa dengan Polda Metro Jaya. Hal itu dilakukan karena sebagian wilayah Banten masih masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Melalui kerjasama dengan aparat penegak hukum itu diharapkan bisa menggenjot target pendapatan daerah dari sektor pajak, sehingga target-target yang telah dicanangkan oleh pemerintah bisa tercapai.

Untuk diketahui, pendapatan daerah Banten tahun 2019 ini ditarget sebesar Rp 11,83 triliun. Terdiri dari Rp 7,34 triliun PAD (62,08 %), dana perimbangan Rp 4,48 triliun (37,87 %), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 6,07 miliar (0,05 %).

Opar mengatakan, untuk target PAD, pajak daerah berkontribusi paling besar sumbangannya yakni mencapai Rp 6,96 triliun. Angka itu meningkat Rp 1,02 triliun dibandingkan tahun lalu. Sedangkan retribusi daerah Rp 18,56 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 51,61 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp 281,9 miliar.

Opar menjelaskan, inovasi program itu dilakukan untuk meningkatkan PAD Banten. Sebab dari tahun ke tahun PAD Banten tidak turun, tetapi makin naik karena harus menopang pembangunan di Banten. “Kalau Bapenda kendor, pembangunan akan kendor juga,” katanya. (Adv)