Serang – Lima mata pajak menjadi  sumber andalan Pendapatan Aseli Daerah (PAD) Provinsi Banten. Lima mata pajak itu diantaranya, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok. Dari kelima mata pajak itu, PKB dan BBNKB menjadi dua sumber PAD terbesar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari menjelaskan, PAD Provinsi Banten tahun ini ditarget sebesar Rp7,3 triliun, 98 persennya berasal dari sektor pajak dengan nilai mencapai Rp6,9 triliun.

Dari total target Rp6,9 triliun tersebut, Rp5,4 triliun nya ditarget bersumber dari dua mata pajak, yaitu PKB dan BBNKB. “Dari PKB pendapatan ditargetkan sebesar Rp2,7 triliun,” ujar Opar.

Opar menjelaskan, selama lima tahun terakhir, jumlah kendaraan di Provinsi Banten terdata sebanyak lebih dari lima juta unik kendaraan berbagai jenis. Kemudian 2,1 juta atau 40 persen dari total kendaraan dikategorikan belum membayar pajak.

Menurut Opar, jumlah kendaraan tersebut merupakan potensi besar bagi pemerintah untuk merealisasikan target pendapatan yang bersumber dari PKB. “Karena itu kita mengintensipkan sektor itu,” ungkap Opar.

Langkah intensif dilakukan oleh Bapenda Provinsi Banten melalui 11 UPT Samsat yang ada di delapan kabupaten kota di Provinsi Banten. Dengan sejumlah program yang telah disusun, Opar berharap target tersebut bisa tercapai.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten  melalui Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten melakukan penyesuaian tarif pajak kendaraan bermotor yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 11 Maret 2019.

“Kalau PKB naik dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen. Sedangkan BBNKB dari 10 persen menjadi 12,5 persen. Dan ini akan kami berlakukan mulai 11 Maret 2019 lalu,” kata Kepala Bapenda Banten, Opar Sochari. (Adv)