Ciledug – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Ciledug mengajak masyarakat untuk patuh membayar pajak tahunan.

Kepala UPT Samsat Ciledug Suherman menjelaskan, pembangunan di Provinsi Banten bergantung pada raihan pendapatan daerah, dan pajak merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar pendapatan daerah.

Karena itu, peran masyarakat sangat berarti dan penting dalam menentukan nasib pembangunan di Provinsi Banten dengan rajin membayar pajak tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

“Uang yang dikeluarkan masyarakat melalui pajak akan kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya, Selasa (28/5).

Saat ini, pemerintah terus membuat program-program yang bisa memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Masyarakat tidak harus datang ke kantor UPT Samsat, cukup datang ke gerai-gerai, atau didatangi melalui program Samsat Keliling. “Sekarang sudah jauh lebih mudah, tinggal bagaimana keinginan masyarakatnya,” katanya.

Untuk diketahui, pendapatan daerah Banten tahun 2019 ini ditarget sebesar Rp 11,83 triliun. Terdiri dari Rp 7,34 triliun PAD (62,08 %), dana perimbangan Rp 4,48 triliun (37,87 %), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 6,07 miliar (0,05 %).

Kepala Bapenda Banten Opa Sochari mengatakan, untuk target PAD, pajak daerah berkontribusi paling besar sumbangannya yakni mencapai Rp 6,96 triliun. Angka itu meningkat Rp 1,02 triliun dibandingkan tahun lalu. Sedangkan retribusi daerah Rp 18,56 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 51,61 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp 281,9 miliar.

Opar menjelaskan, inovasi program itu dilakukan untuk meningkatkan PAD Banten. Sebab dari tahun ke tahun PAD Banten tidak turun, tetapi makin naik karena harus menopang pembangunan di Banten. “Kalau Bapenda kendor, pembangunan akan kendor juga,” katanya. (Adv)