Serang – Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, dari 5.015.506 potensi kendaraan di Banten, sebanyak 1.820.016 kendaraan di antaranya belum daftar ulang tahunan atau membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

Bapenda mencatat, dari 1.820.016 kendaraan yang belum membayar pajak, 1.644 unit di antaranya berada di wilayah hukum Polda Banten dengan pokok pajak di atas Rp 3 juta. Jika ditotal pajak pokoknya mencapai Rp 7,23 miliar. Selain kendaraan pribadi, ada juga kendaraan plat merah atau pemerintah yang belum membayar pajak.

“Untuk itu, kami berharap kepada seluruh wajib pajak untuk membayar PKB,” ujar Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari kemarin.

Opar mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Kepolisian dan Jasa Raharja untuk menggelar Operasi Patuh yang digelar disejumlah wilayah di Provinsi Banten.

“Kami bekerjasama dengan Dirlantas Polda Banten dan Jasa Raharja untuk menggelar operasi patuh, kami menyiapkan Samsat keliling di lokasi-lokasi operasi. Sehingga jika ada pengendara yang ditilang karena kendaraannya belum belum bayar pajak, bisa langsung dilakukan di tempat operasi,” kata Opar.

Opar menjelaskan, inovasi program itu dilakukan untuk meningkatkan PAD Banten. Sebab dari tahun ke tahun PAD Banten tidak turun, tetapi makin naik karena harus menopang pembangunan di Banten. “Kalau Bapenda kendor, pembangunan akan kendor juga,” katanya. (Sie/Rmd**)