Selama Ramadan Kapasitas Masjidil Haram Maksimal 150 Ribu Orang, Simak SOP-nya

0
17
Foto: Net

Sigmainteraktif.com – Kantor Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci mengatakan mereka hanya mengizinkan 150 ribu jemaah untuk melakukan umrah atau salat di Masjidil Haram setiap harinya selama Ramadan. Hal ini sebagai bagian dari rencana mereka untuk meningkatkan kapasitas operasional.

“100 ribu jemaah akan diizinkan untuk salat di Masjidil Haram dan 50 ribu jemaah akan diizinkan untuk melakukan umrah,” bunyi keterangan resmi dikutip dari Arab News, Kamis, 8 April 2021.

Abdulrahman Al-Sudais, Presiden Dua Masjid Suci, mengatakan, vaksiansi COVID-19 merupakan syarat untuk memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Adapun Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif Al-Asheikh telah mengeluarkan arahan dan tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran virus corona selama Ramadan pada Selasa kemarin. Dalam arahan ini, sahur dan itikaf di dalam masjid selama Ramadan akan ditangguhkan, sementara jumlah lokasi salat Idul Fitri akan ditambah.

Al-Asheikh mengatakan, hal-hal terkait penyelenggaraan salat tarawih dan ibadah malam di masjid akan diumumkan kemudian.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Abdel Fattah Mashat, mengatakan orang yang ingin melakukan umrah selama Ramadan harus mengajukan aplikasi izin melalui aplikasi Tawakkalna, bukan aplikasi Eatmarna. Akan ada pembaruan dalam beberapa hari mendatang yang berkaitan dengan pemberian izin.

Izin akan dibagikan setiap pekan selama Ramadan untuk para peziarah dan orang-orang yang ingin salat di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi merilis pedoman dan prosedur standar operasional yang harus dipatuhi dan diikuti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan. Beberapa kebijakan yang diberlakukan pada Ramadan mendatang adalah: pembatasan akses masuk ke dua masjid. Hanya mereka yang sudah mendaftar dan mendapat izin lewat aplikasi Eatmarna bisa memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Selain itu, jumlah rakaat salat Tarawih dan salat Witir dikurangi dari 20+3 menjadi 10+3. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di antara jemaah. “Saya mendesak pengunjung dari Dua Masjid Suci untuk mendapatkan vaksin COVID-19 guna memastikan keselamatan mereka, peziarah dan, jemaah lainnya,” kata Kepala Kepresidenan Dua Masjid Suci Abdul Rahman Al Sudais. (Sumber: Arab News/Tempo.co/Red)