Ratusan ASN Berebut 20 Jabatan di Dinkes Banten

0
16
Dok;Net

Serang – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi baik pusat maupun daerah berebut 20 jabatan di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang ditinggal pejabatnya secara massal. tercatat sebanyak 310 orang melamar seleksi pengisian jabatan tingkat Eselon III dan IV di Dinkes Banten tersebut.

“Sudah ada 310 orang yang mendaftar untuk 20 jabatan yang ditinggalkan. Dari internal dan eksternal, termasuk dari pusat. Jumlahnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin, Senin, 7 Juni 2021.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Tangerang tersebut menjelaskan, pihaknya menargetkan 20 jabatan di Dinkes Banten tersebut sudah terisi dalam kurun waktu dua pekan mendatang. “Ya dua minggu ini pejabatnya sudah bisa dilantik,” katanya.

Ada sejumlah aspek yang menjadi penilaian dalam seleksi administrasi. Itu mulai dari latar belakang pendidikan, pangkat dan golongan, dan pengalaman. Seleksi akan mengedepankan kompetensi dan catatan kinerja. “Nanti bisa kita grade. Misalnya untuk jabatan eselon III, kita prioritaskan yang daftar yang eselon III,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 20 pejabat di Dinkes Provinsi Banten mundur massal dari jabatannya. Para pejabat pejabat Dinkes Banten tersebut mundur massal setelah salah satu rekan mereka, LS yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker oleh Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten.

Mereka mengaku selama ini bekerja ditengah tekanan dan intimidasi dari pimpinan, padahal sudah bekerja maksimal. Kondisi tersebut membuat mereka bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan.

Tidak lama seteleh menyatakan mundur, Gubernur Banten Wahidin Halim langsung membuka lowongan untuk mengisi 20 jabatan di Dinkes Provinsi Banten yang ditinggal pejabatnya secara massal.

Menurut Wahidin, mereka yang menjabat sebagai pejabat eselon di lingkungan Pemprov Banten akan diberi tunjangan kinerja (tukin) yang besar. Tukin untuk pejabat eselon IV sekitar Rp19 juta per bulan, eselon III Rp30 juta per bulan. “Eselon IIB Rp40 juta, jadi cukup dan harusnya diimbangi dengan kinerja. Silakan yang berminat sesuai dengan bidang-bidang yang ada disitu saya berikan kesempatan,” katanya. (Suh/Red)