Ingin Liburan saat Cuti Bersama, Perhatikan Zona Daerah Tujuan

0
49

Sigmainteraktif.com – Buat yang ingin pergi liburan saat cuti bersama 28 Oktober-1 November 2020, jangan lupa perhatikan daerah tujuan. Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr. Tri Yunis mengatakan wisatawan yang ingin berlibur terlebih dulu harus mengetahui zona daerah tujuan apakah hijau, kuning, oranye, atau merah sehingga bisa mengantisipasi penularan COVID-19.

“Pertama, kita harus tahu pergi ke mana. Kalau kita pergi ke kabupaten atau kota zona hijau berarti aman,” kata Tri Yunis seperti dikutip dari Tempo.co Rabu, 21 Oktober 2020.

Dengan mengetahui zona COVID-19 suatu daerah maka masyarakat yang ingin berlibur bisa mengantisipasi sedini mungkin dan menghindari daerah zona oranye, apalagi merah. Ia menegaskan masyarakat yang tetap melakukan wisata atau berlibur ke zona oranye atau merah, maka risiko tertular COVID-19 jauh lebih tinggi meskipun hanya sebatas jalan-jalan biasa atau mengunjungi pusat perbelanjaan.

“Bahkan, ke zona oranye pun kita tetap berisiko terpapar. Oleh sebab itu, sebaiknya ke zona kuning atau hijau,” katanya.

Meskipun demikian, Tri Yunis mengingatkan masyarakat yang ingin liburan tersebut tetap harus mematuhi protokol kesehatan, misalnya memakai masker, menjaga jarak fisik, rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Sementara itu, pimpinan yayasan Al-Fachriyah, Habib Salim Jindan, yang juga salah seorang pemateri mengatakan setiap agama yang diakui oleh Pemerintah Indonesia sejatinya mengajarkan tentang kebersihan dan menjaga keimanan. Ia mengatakan Islam juga mengajarkan tentang kebersihan. Bahkan, sejak kecil anak-anak sudah diajarkan oleh orang tua untuk menjaga kebersihan, misalnya cuci kaki dan menggosok gigi sebelum tidur. Bahkan, setelah bangun tidur pun harus menjaga kebersihan.

“Agama Islam juga mengajarkan cara makan, bahkan beradaptasi dengan lingkungan supaya mengutamakan kebersihan,” katanya.

Oleh karena itu, sebagai tokoh agama, Salim Jindan menyakini setiap agama melalui pemimpin masing-masing mengajarkan tentang kebersihan. (Tempo.co/Red)