Mual Hamil dan Maag Mirip, Kenali Perbedaan dari Pemicu dan Gejalanya

0
32

Sigmainteraktof.com – Salah satu tanda kehamilan adalah mual atau yang biasa disebut morning sickness. Namun mual juga bisa menjadi tanda sejumlah kondisi lain, seperti sakit maag. Keduanya mungkin sulit dibedakan karena gejalanya sangatlah mirip di mana perut tersa tidak nyaman dan ingin muntah.

Hingga saat ini, penyebab mual di awal kehamilan belum diketahui secara pasti meski diduga terjadi akibat banyaknya perubahan hormon selama hamil. Hormon tersebut adalah hcg (human chorionic gonadotropin), estrogen, dan progesteron. Ketiga hormon tersebut bekerja sama untuk memfasilitasi kebutuhan bayi, seperti mendukung terpenuhinya nutrisi hingga memberi ruang pada bayi untuk tumbuh. Pola kerja ini secara tidak langsung bisa menyebabkan mual.

Tidak hanya itu, mual akibat hamil juga mungkin terjadi akibat rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia). Seperti yang diketahui, kehamilan membutuhkan banyak energi. Bila tidak cukup, maka plasenta akan secara otomatis menyerap energi dari tubuh ibu hamil. Kondisi ini bisa memicu morning sickness. Alasan ketiga terjadinya mual akibat hamil adalah peningkatkan sensitivitas terhadap bau. Kondisi ini secara tidak langsung dapat membuat ibu hamil mual.

Mual juga bisa terjadi akibat sakit maag. Mual jenis ini juga bisa terjadi saat hamil, namun bukan menjadi tanda kehamilan karena penyebabnya berbeda. Mual ini terjadi akibat naiknya asam lambung dari lambung ke esofagus (kerongkongan). Kondisi ini terjadi saat katup antara pintu lambung ke saluran esofagus longgar dan terbuka, saat seharusnya tidak.

Berikut ini perbedaan mual hamil dan mual maag

  1. Perbedaan mual hamil dan mual maag dari pemicu

Selain disebabkan oleh hal yang berbeda, kondisi pemicu mual akibat hamil maupun sakit maag juga berbeda. Berbeda dengan mual hamil yang bisa terjadi tanpa makan, mual akibat sakit maag biasanya muncul setelah seseorang makan. Terutama bila makan dalam jumlah banyak, tidur atau berbaring tidak lama setelah makan, hingga makan jenis makanan tertentu, seperti makanan berminyak. Mual akibat hamil bisa terjadi pada siapa saja. Namun mual akibat sakit maag lebih umum terjadi pada orang yang kelebihan berat badan, merokok, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat asma dan obat penenang.

  1. Perbedaan mual hamil dan maag dari gejalanya

Mual saat hamil dan sakit maag cukup sulit dibedakan, keduanya bisa hanya berupa sensasi tidak nyaman di area perut hingga diikuti dengan muntah. Meski demikian, mual akibat hamil cenderung lebih stabil dibanding mual akibat sakit maag di mana durasinya lebih lama namun tidak berat.

Berbeda dengan mual akibat sakit maag, yang bisa terjadi tiba-tiba dan hilang muncul. Umumnya penderita sakit maag dapat mengalami gejala mual 1-2 kali seminggu, terutama setelah mengalami pemicu sakit maag. Di sisi lain, ibu hamil bisa mengalami mual setiap hari.

Namun mual akibat hamil cenderung mereda seiring bertambahnya usia kehamilan dan hilang pada usia kehamilan 16 minggu ke atas.Selain durasi dan tingkat keparahan, gejala penyertanya juga cenderung berbeda. Mual akibat hamil bisa diikuti dengan kelelahan dan pusing. Sedangkan mual akibat sakit maag umumnya diiringi dengan sakit perut, sakit kepala, diare atau sembelit, dan sensasi panas di dada (heartburn). Terlebih mual akibat hamil tentunya juga dibarengi dengan gejala-gejala awal kehamilan lain, seperti tidak haid, sering buang air kecil, payudara sensitif, dan naik turunnya suasana hati. (SEHATQ/Tempo/Red)