Serang – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banten yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, informasi yang disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim tentang lima warga Banten yang positif corona dan seorang di antaranya meninggal dunia, dipastikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, informasi yang disampaikan gubernur melalui media sosial tersebut merujuk pada data rilis pemerintah pusat yang diterima pada Senin 16 Maret 2020. Ati mengatakan, pasien positif corona yang meninggal dunia merupakan warga Pondok Aren, Kota Tangeran Selatan. Dia masuk daftar pasien nomor 35, berumur 57 tahun dan berjenis kelamin perempuan.

“Pasien No. 35 yang meninggal yang disampaikan dalam Laporan Gugus Tugas Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Banten berjenis kelamin perempuan usia 57 tahun. Alamat Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,” kata Ati Rabu, 18 Maret 2020.

Ati mengungkapkan, dirinya perlu menegaskan informasi itu. Mengingat beredar video yang membantah ada warga Pondok Aren meninggal dunia akibat virus corona. Video itu dikaitkan dengan kunjungan camat dan lurah kepada keluarga yang dianggap suspect corona oleh mereka sendiri. “Pasien No. 35 meninggal akibat virus corona (Covid-19),” katanya.

Menurutnya, Gubernur Banten memiliki kewenangan untuk mengumumkan terkait perkembangan data virus corona termasuk pasien yang meninggal dunia. Hal itu sesuai dengan SE Menkes HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Covid 19 bahwa kepala daerah dapat menyebarkan informasi sesuai protokol. Salah satunya dengan menginformasikan peta sebaran yang bertujuan untuk langkah antisipasi bagi masyarakat.

Sejauh ini kata Ati, Pemprov Banten terus memperbaiki fasilitas penanganan virus corona. Salah satunya dengan menambah jumlah rumah sakit rujukan dari menjadi lima. Adapun tiga yang baru yaitu RSUD Balajaran, RSUD Banten, dan RSUD Cilegon.

“Penetapan rumah sakit rujukan saat ini sudah bisa dilakukan oleh pemprov melalui SK Gubernur Banten. Penetapan ini harus memperhatikan standar kelayakan yang ditentukan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan satu pasien positif corona di Tangerang Selatan telah meninggal pada Senin sore 16 Maret 2020. Ada lima warga Banten yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. “Satu pasien positif berasal dari Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, meninggal,”kata Wahidin. (Lum/Rmd)