Cilegon – Selama tahun 2019 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menargetkan sebanyak 35.243 unit kendaraan dalam proses penelurusan data para penunggak pajak kendaraan di wilayah Kota Cilegon.

Kepala UPT Samsat Kota Cilegon Supriyadi saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, dari keseluruhan target pendataan tersebut, penelusuran 19.800 unit kendaraan dilakukan oleh petugas dari UPT Samsat Kota Cilegon, sedangkan sisanya dilakukan oleh petugas dari PT POS.

Agar target itu bisa tercapai, proses penulusuran data dilakukan setiap hari dengan cara mendatangi langsung alamat wajib pajak yang telah terdaftar di dalam sistem atau dikenal dengan istilah dor to dor.

Setiap satu bulan, satu petugas ditargetkan minimal berhasil menelusuri data kendaraan sebanyak 30. “Ada 84 pegawai yang kita kerahkan setiap hari untuk melakukan penelusuran itu,” katanya.

Supriyadi melanjutkan, program penelusuran data telah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya. Berkaca pada pengalaman tahun-tahun tersebut, hasil penelusuran berdampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak di Kota Cilegon dalam membayar pajak.

Sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten bekerjasama dengan Kepolisian untuk menjaring kendaraan penunggak pajak. Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sochari mengatakan, untuk merealisasikan target pendapatan, Bapenda bersinergi dengan kepolisian. Salah satunya dengan membuka Samsat keliling dalam setiap giat operasi di lokasi operasi kepolisian tersebut. “Kita bersinergi dengan kepolisian. Ini sesuai intruksi Pak Gubernur,” kata Opar.

Opar mengatakan, selain untuk mendorong pendapatan daerah, keterlibatan Bapenda juga untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat pentingnya membayar pajak. Oleh karena itu, dalam setiap operasi tersebut Bapenda memberikan peringatan kepada masyarakat yang kedapatan menunggak pajak kendaraan. “Yang belum punya uang kita kasih kesempatan dan tenggat waktu untuk bayar. Kalau yang punya langsung bayar di lokasi,” kata Opar.

Menurutnya, kegiatan turun ke lapangan seperti ini penting untuk realisasi target pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu banyak program jemput bola yang disusun Bapenda untuk meningkatkan pendapatan seperti Samling dan setiap pegawai membawa wajib pajak.  (Adv/Bay)