Serang – Sebanyak 546.287 kendaraan bermotor di Banten terancam dihapus register kendaraannya, karena tidak membayar pajak kendaraannya lebih dari 5 tahun.

Kendaraan yang terancam dihapus nomer register nya terbanyak berada di wilayah Kabupaten Serang, berjumlah 203.517 unit. Disusul oleh Kabupaten Tangerang berjumlah 120.419, Kabupaten Lebak 80.474 unit, Kota Serang 63.328 unit, Kota Cilegon 39.290 dan Kabupaten Pandeglang 39.239 unit.

“Itu data kendaraan di seluruh Samsat yang berada diwilayah Polda Banten. Tata cara penghapusan, kita berikan surat peringatan satu, peringatan kedua, baru kita hapus,” kata Dirlantas Polda Banten, Komisari Besar Wibowo, ditemui dikantor Badan Pendapatan Daerah Banten, Rabu, 4 September 2019.

Wibowo menegaskan, sebelum data kendaraan dihapus oleh pihak kepolisian, pemilik kendaraan bermotor diharapkan segera mengurusnya. Jika tidak, makan akan menjadi kendaraan ‘bodong’ dan bisa dilakukan tindakan hukum. “Pada saat operasi patuh ini, yang tidak bayar pajak pasti kita tindak. Jika sudah dihapuskan tidak bisa di registrasi ulang lagi,” tegas Wibowo.

Menurutnya, kendaraan bermotor tertua yang tidak diperpanjang pajak dan surat kendaraan ada di tahun 1951 hingga 1960an, berjumlah 19 unit. Lalu kendaraan tahun 1961 hingga 1970an berjumlah 236 unit. Kemudian tahun 1971 hingga 1980an berjumlah 4.120. Ada juga ditahun 1981 hingga 1990 sebanyak 14.773 unit.

“Kendaraan di atas tahun 1991 hingga tahun 2000 juga terbilang banyak, berjumlah 42.363 unit. Kemudian tahun 2001 hingga 2010 sebanyak 382.678 unit, terbaru tahun 2011 hingga tahun 2019 ini berjumlah 102.050 unit,” katanya.

Berdasarkan data dari Bapenda Banten, sebanyak 2.135.484 unit kendaraan di Banten menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). Dari 2.135.484 unit kendaraan yang menunggak pajak tersebut, sebanyak 1.922.370 unit jenis sepeda motor. Kemudian dari 10 jenis kendaraan lainnya, minibus menduduki posisi kedua yaitu 114.969 unit, pick up 33.198 unit, sedan 25.243 unit, sepeda motor roda tiga 12.528 unit, dan light truck 11.957 unit. Selain itu, kendaraan jenis jeep 9.781 unit, truk 3.594 unit, mikrobus 1.389 unit, bus 429 unit, dan alat berat 26 unit.

“Dari 2,1 juta kendaraan yang belum membayar pajak tersebut, jika dinominalkan mencapai Rp 700 miliar. Kendaraan yang akan dihapus registernya ada di dalam 2,1 juta kendaraan itu, sedang kita cleansing,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari.

Opar mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap keberadaan dan status kendaraan-kendaraan penunggak pajak. Dari 11 UPT yang ada, tunggakan paling besar, yakni UPT Balaraja sebanyak 379.689 unit. Kemudian, UPT Cikokol 350.203 unit, UPT Serpong 256.631 unit, UPT Cikande 244.902 unit, dan UPT Ciputat 237.207 unit.

Berikutnya, UPT Ciledug 188.743 unit, UPT Pandeglang 128.984 unit, UPT Serang 114.907 unit, UPT Rangkasbitung 97.238 unit, UPT Cilegon 92.238 unit, dan UPT Malingping 44.720 unit. “Upaya penelusuran kami lakukan sebagai bentuk penagihan. Operasi ini juga menjadi salah satu upaya kami menggali potensi pajak itu,” katanya. (Lum/Rmd)