Empat Bekas Pejabat Dinkes Dipecat, Wahidin: Jangan Main-main dengan Saya

0
35
Gubernur Banten Wahidin Halim

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim melantik 22 pejabat setara eselon III dan IV di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Kantor Dinkes, Senin, 14 Juni 2021. Mereka resmi menggantikan puluhan pejabat yang mengundurkan diri.

Menurut Wahidin, pihaknya telah menindak tegas terhadap 20 ASN pejabat Dinkes Provinsi Banten yang melakukan pengunduran diri masal beberapa waktu yang lalu. “Empat orang diberikan sanksi tegas berupa Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH), karena dinilai menjadi provokator,” ujarnya.

Sedangkan untuk 16 pejabat lainnya, kata Wahidin, diberikan sanksi non job sampai batas waktu yang tidak ditentukan. “Bisa jadi sampai pensiun, karena di aturannya tidak ada batas waktu untuk non job,” kata Wahidin.

Dalam kesempatan itu, Wahidin memberikan peringatan kepada pejabat yang baru dilantik tersebut untuk bekerja dengan baik sesuai dengan sumpah jabatan apapun konsekuensinya. “Apapunpun konsekuensinya, apapun risikonya kalau kita sudah disumpah kita sudah menyatakan diri sebagai abdi negara, tentunya itu kita lakukan. Jangan main-main dengan saya,” tegas Wahidin dalam memberikan sambutan saat proses pelantikan.

Mantan Wali Kota Tangerang tersebut menegaskan, pihaknya tak akan mentoleransi sikap-sikap tak bertanggung jawab atau lari dari tugas. Sebab, jabatan pada dasarnya adalah amanah dan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tentu mereka harus bisa mendedikasikan dirinya.

Terlebih, jabatan yang diemban merupkan bidang terdepan dalam penanganan pandemik COVID-19. “Ketika kalian tinggalkan itu dan kalian mundur kalian tidak bertanggung jawab, tidak punya etika, tidak punya kesantunan meninggalkan bangsa ini yang berjuang melawan COVID-19. Pahami itu,” katanya.

Dia mengingatkan agar 22 pejabat Dinkes Banten yang baru untuk bisa menjauhi prilaku koruptif. “Itu pesan saya, camkan kepada saudara. kita ubah Banten ini. Kalau tidak maka Banten tetap menjadi yang terbelakang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin membenarkan, empat dari 20 pejabat Dinkes Banten yang mundur massal telah dipecat dari statusnya sebagai ASN. Keempatnya resmi dipecat per hari ini bersamaan dengan pelantikan 22 pejabat Dinkes Banten yang baru.

“Tadi sudah ditegaskan Pak Gubernur, 20 orang dipecat dari jabatan. Empat orang dari dipecat dari status ASN karena pelanggarannya itu mereka dianggap memobilisasi, mempengaruhi yang lain atau mengajak yang lain. Empat orang yang dipecat eselon III 2 orang dan eselon IV 2 orang. Yang 16 orang sisanya di-nonjob-kan,” katanya.

Sebelumnya, seluruh pejabat eselon di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten ramai-ramai mengundurkan diri. Mereka mengaku kecewa dengan penetapan tersangka LS selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Kefarmasian dalam kasus pengadaan masker tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan.

Mereka mengaku selama ini bekerja ditengah tekanan dan intimidasi dari pimpinan, padahal sudah bekerja maksimal. Kondisi tersebut membuat mereka bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan. (Suh/Red)