Facebook Kerahkan Ratusan Orang Khusus Tangani Konten Terorisme

0
23
Ilustrasi: Net

Sigmainteraktif.com – Head of Counter-Terrorism and Dangerous Organizations, Facebook APAC, Nawab Osman, mengatakan Facebook mengerahkan karyawan khusus untuk memerangi konten terorisme dan kebencian terorganisir di platformnya. “Ada sekitar 350 orang yang khusus menangani itu,” ujar dia dalam acara virtual, Kamis, 2 September 2021.

Tim ini, kata dia, terdiri dari mantan akademisi yang ahli di bidang anti-terorisme, mantan jaksa dan penegak hukum, penyidik dan analis, serta insinyur. Dalam tim spesialis ini, mereka menguasai hampir 30 bahasa yang ada di dunia, di mana Facebook menggunakannya. “Saya adalah bagian dari tim itu,” katanya.

Peran tim ini adalah mempelajari tren baru dalam ucapan dan perilaku yang terkait dengan kekerasan, dan memantau secara berkala perkembangan organisasi yang terlibat dalam perilaku ini, termasuk juga mengembangkan strategi Facebook untuk merespons hal yang berkaitan dengan konten tersebut.

Mereka juga bermitra dengan berbagai pakar eksternal secara global dalam bidang terorisme, kekerasan ekstrem, intelijen siber, dan perilaku online. “Serta menugaskan penelitian independen untuk menyesuaikan respons kami dengan lebih baik,” tutur Nawab.

Selain itu, Nawab melanjutkan, Facebook juga bekerja sama dengan 35 ribu orang untuk fokus pada keselamatan dan keamanan di lapangan, yang terkait dengan terorisme dan kebencian terorganisir. Tim ini, disebutnya, yang berkaitan dengan penegak hukum atau lembaga terkait untuk memerangi tindakan terorisme.

“Jadi ketika kita menemukan konten yang terindikasi melanggar kebijakan komunitas di Facebook, kita bisa langsung menghubungi mereka, untuk langsung ke lapangan,” ujar dia menambahkan.

Nawab juga menegaskan bahwa individu dan organisasi berbahaya tidak diizinkan di Facebook. “Kami menganggap serius hal ini dan berkomitmen untuk membuat platform kami tetap aman,” katanya. (Sumber: Tempo.co)

https://tekno.tempo.co/read/1501731/facebook-kerahkan-350-orang-khusus-tangani-konten-terorisme/full&view=ok