Jelang Libur Lebaran, Andika Minta Penggerak Pariwisata Antisipasi Penyebaran Covid-19

0
67

Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta seluruh stake holder pariwisata di Banten untuk mengantisipasi kluster baru penyebaran COVID-19 saat musim libur lebaran idul fitri. “Saya yakin ini bukan tugas yang mudah. Mengontrol sekian banyak orang untuk menerapkan prokes di tempat-tempat wisata,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat rapat virtual tentang kordinasi persiapan Siaga Wisata Lebaran 2021 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten Rabu, 5 Mei 2021.

Menurut Andika, potensi membludaknya tempat-tempat wisata di Banten diprediksi akan terjadi di sejumlah tempat wisata pantai dan destinasi wisata ziarah. Hal itu mengingat, Banten memiliki banyak destinasi wisata pantai sejalan dengan kepemilikan panjang garis pantai yang luas. “Kita juga tahu, Banten kental.nuansa religi islami yang terwujud salah satunya melalui banyak kepemilikan destinasi wisata religi,” kata Andika.

Andika mengingatkan, meski kebijakan larangan mudik pemerintah pusat ini telah mampu mereduksi sebanyak 81 juta warga untuk tidak jadi mudik, namun survey juga menyebutkan bahwa masih ada sekitar 17 persen masyarakat yang memilih untuk tetap mudik. “Dan perlu diketahui, Banten itu 6 besar tujuan mudik setelah Jabar, Jateng, Jatim, Bali dan Lampung,” kata Andika.

Selain itu Andika juga meminta, Kelompok Penggerak Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata Provinsi Banten agar membantu Satgas COVID-19 untuk mengedukasi dan mensosialisasi protokol kesehatan 3M di tempat wisata kepada pengunjung.

“PHRI Provinsi Banten serta pengelola tempat wisata bersama-sama Dinas Pariwisata agar senantiasa aktif berkoordinasi dengan Polri dan TNI terkait penegakan protokol kesehatan di tempat wisata,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan mengatakan, rapat kordinasi siaga pariwisata digelar untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di masa libur Lebaran sebagai dampak dari kebijakan larangan mudik yang dikompensasi dengan diperbolehkannya beriwisata.

“Jadi boleh wisata tapi tentu dengan syarat dan dalam skala yang terbatas. Makanya kita hari ini rapat dengam semua stake holder, mulai dari stake holder pariwisata sampai dengan stake holder kebijakan pemerintah tentang larangan mudik dan boleh wisata seperti Dinkes dan Dishub serta TNI/Polri,” kata Agus. (Mat/Red)