Kasus Covid-19 di Provinsi Banten Diklaim Mengalami Penurunan Pasca Libur Lebaran

0
55
Kepala Dinas Kesehatan Banten Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, mars

Serang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti menyatakan kasus aktif Covid-19 di Provinsi Banten tidak terjadi kenaikan. Bahkan di sebagian wilayah Provinsi Banten terus melandai meskipun pada saat Libur Lebaran Idul Fitri 1443 H kemarin diberlakukan sejumlah kelonggaran aktivitas masyarakat. “Alhamdulillah pasca libur lebaran tahun ini kasus aktif harian di Banten terus mengalami penurunan, tidak seperti tahun lalu,” ujar Ati, Rabu 18 Mei 2022.

Meski demikian, lanjut Ati, sampai saat ini hitungan waktunya baru satu minggu paska lebaran. Pihaknya masih menunggu sampai satu minggu ke depan lagi. Dirinya berharap kasus Covid-19 tetap melandai seperti saat ini.

“Kita masih menunggu satu minggu ke depan lagi, sampai masa inkubasi 14 hari itu terlewati. Jika sudah terlewati dan masih tetap landai secara nasional, maka Indonesia bisa cepat mengubah statusnya dari pandemi ke endemi,” jelasnya.

Ditambahkan Ati, perubahan status dari pandemi ke endemi itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk Pemerintah Daerah (Pemda) sifatnya hanya mengikuti. Meskipun memang dalam empat bulan terakhir kasus Covid-19 di Provinsi Banten sudah melandai.

“Bahkan saat ini kasus hariannya paling banyak 20 kasus, itu pun hanya didominasi oleh warga dari wilayah Tangerang Raya. Sedangkan untuk lima daerah lainnya dalam dua bulan terakhir sudah zero kasus,” jelasnya.

Dikatakan, kondisi baik ini tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholder dalam upaya pemerataan vaksinasi Covid-19, sehingga masyarakat Banten sudah terbentuk herd imunity dengan capaian vaksinasi yang sudah maksimal.

“Untuk dosis pertama kita sudah mencapai 93,9 persen dan dosis kedua 75,1 persen. Keduanya sudah melebihi angka standar persentase yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dimana masing-masing capaiannya minimal 70 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk booster, diakui Ati memang kenaikannya lambat. Namun hal itu bukan hanya terjadi di Provinsi Banten, tetapi juga terjadi di seluruh Indonesia. “Sampai saat ini capaian untuk vaksinasi booster baru mencapai 22,5 persen dari target yang diberikan sebesar 70 persen,” pungkasnya.

Dikatakan, Pemprov Banten sudah menyiapkan berbagai skenario penanganan dalam menghadapi kemungkinan buruk terjadinya kembali kenaikan kasus Covid-19 paska libur panjang Lebaran Idul Fitri 1443 H. Hal itu mengacu dari pengalaman tahun sebelumnya, dimana kenaikan kasus aktif meningkat tajam paska libur lebaran dan adanya pelonggaran pembukaan tempat wisata. (Kus/Sir)