Pemkot Tangsel Resmi Buang Sampah ke Kota Serang

0
30
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wali Kota Serang Syafrudin usai menandatangani kerjasama pembuangan sampah dari Tangsel ke TPA Cilowong Kota Serang.

Serang – Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya resmi melakukan kerja sama sampah dengan kontrak selama tiga tahun. Wali Kota Serang Syafrudin menjelaskan bahwa kerjasama ini sudah disusun sedemikian rupa agar mampu memecahkan masalah di Kota Tangerang Selatan dan mampu meningkatkan PAD di Kota Serang.

Syafrudin mengakui, pada saat proses perjanjian, ada beberapa kalangan yang tidak sepakat dengan kerjasama pengelolaan sampah dari Tangsel yang akan ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang.

“Namun pemerintah selaku pemangku kepentingan memberikan pemahaman, bahwa baik Kota Tangsel dan Kota Serang akan diuntungkan. Dan akhirnya setelah melakukan pemahaman bersamaan, mereka memahami,” ujar Syafrudin Selasa, 27 April 2021.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, keputusan tersebut sudah akhir dan Pemkot Serang dengan resmi menerima kerja sama sampah dengan Pemkot Tangsel. “Sudah final, perjanjian tiga tahun. Nilai kontrak tidak bisa dipukul rata tiga tahun karena ini sudah dipertengahan tahun,” kata nya.

Menurutnya, kompensasi kepada masyarakat akan diberikan setelah proses dari pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPAS Cilowong. “Dari satu bulan itu, kurang lebih ada 1.200 ton, yang masuk ke Kota Serang retribusinya itu Rp175 ribu per ton. Kompensasi ke warga dikenakan sepuluh persen dari retribusi,” ujarnya.

Berdasarkan estimasi, Ipiyanto menyebutkan, ada sekitar 700 sampai 800 kepala keluarga (KK) yang akan menerima kompensasi dari kerja sama tersebut. “Jadi sepuluh persen itu dalam bentuk uang, dan diberikan kepada masing-masing KK. Sekalipun kampung itu ada paguyubannya kami tetap hitung per KK, kalau estimasi ada 700 atau 800 KK,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan bahwa awal mula diadakannya perjanjian ini adalah keterbatasan lahan yang berada di Kota Tangerang Selatan, maka dibutuhkan bantuan daerah lain. “Alhamdulillah pada saat itu Kota Serang menyambut baik permohonan dari Kota Tangerang Selatan,” kata Benyamin. (Hir/Red)