Tolak UU Cipta Kerja, Sejumlah Mahasiswa Diamankan Polisi

0
119

Serang – Ribuan mahasiswa di Kota Serang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan berbagai perguruan tinggi d Kota Serang berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Selasa, 9 Oktober 2020.

Dalam aksinya tersebut, para mahasiswa menuntut kepada pemerintah dan DPR RI untuk segera mencabut UU kontroversial yang baru disahkan tersebut. Kemudian meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Cipta Kerja. Karena mereka menilai UU Cipta Kerja sangat merugikan buruh dan lebih mementingkan para pengusaha. “Mereka memanfaatkan pandemik untuk untuk memuluskan rencana mereka. Sudah saatnya mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan DPR,” kata Arman, koordinator aksi.

Arman mengatakan, ada 11 tuntutan dalam aksi demonstrasi tersebut, salah satunya yang pertama cabut Undang – Undang Omnibus Law Cipta Kerja, kedua segera terbitkan PERPU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ketiga bangun industrialisasi nasional, kelima wujudukan reforma agraria sejati, kelima hentikan segala bentuk kriminalisasi dan tindakan represifitas terhadap aktivis rakyat yang dilakukan oleh aparatur negara,” katanya.

Massa aksi yang tergabung dalam aliansi Geger Banten itu mulai memblokade jalan protokol Kota Serang sekitar pukul 16:00 WIB. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan dan arus kendaraan dialihkan oleh polisi. Selain blokade jalan, massa aksi juga melakukan aksi bakar ban dan menyalakan petasan.Akibatnya, kericuhan antara demonstran dengan aparat kepolisian terjadi setelah polisi huru hara diturunkan untuk membubarkan massa sekitar pukul 19.00 WIB.

Meski sudah diminta untuk membubarkan diri para mahasiswa tetap bertahan di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang hingga Selasa malam. Petugas kepolisian pun memukul mundur mahasiswa dengan menembakan gas air mata dan water canon. Mahasiswa yang terpojok berlarian masuk ke dalam kampus.

Polisi huru hara menembakan gas air mata dan water canon terhadap massa aksi, mahasiswa terdesak mundur hingga ke kampus UIN SMH Banten. Mahasiswa membalas tembakan gas air mata dengan petasan dan lemparan batu. Beberapa mahasiswa terlihat diamankan polisi dan ada juga pihak kepolisian yang terluka. “Untuk rekan-rekan korlap mohon mengingatkan teman-temannya untuk kembali ke kampus masing-masing,” kata seorang polisi melalui pengeras suara di mobil komando. (Nas/Red)