Mudik Dilarang, Wahidin Halim: Harusnya Wisata Juga Dilarang

0
114
Gubernur Banten Wahidin Halim

Serang – Kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran 2021 membuat dilemma pemerintah daerah lantaran kebijakan tersebut dianggap sangat kontradiktif. Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, kebijakan pemerintah pusat mengizinkan sektor pariwisata beroperasi selama libur Lebaran membuat pemerintah daerah dilematis ditengah larangan mudik.

Menurut mantan Wali Kota Tangerang dua periode tersebut, melarang mudik namun tetap mengizinkan pariwisata buka akan berimbas pada terjadinya kerumunan di diberbagai tempat wisata dan menjadi resiko penularan Covid-19 tinggi. “Harusnya kebijakan satu saja, dilarang ya dilarang udah. Kalau satu dilarang satu dibolehkan, ini akan membuat kesulitan bagi pemeirntah daerah. bagaimana nanti implementasinya,” ujar Wahidin Kamis, 8 April 2021. Wahidin,

Menurut Wahidin, ketika dua kebijakan tersebut diberlakukan maka dipastikan daerah pusing dalam melaksanakan impelementasinya dilapangan. “Kalau di pantai bagaimana ngatur protokol kesehatanya, ini kan menimbulkan persoalan bagi kita,” katanya.

Wahidin mengaku bingung bagaimana menerapkan protokol kesehatan terhadap para wisatawan, ditengah banyaknya tempat wisata dan banyaknya pengunjung yang datang. Bagaimana pemerintah daerah mengawasi agar wisatawan menerapkan protokol kesehatan.

“Apakah kita satu-satu di masyakat kita buat upaya penangkalan dengan prokes. Orang mandi di pantai bagaimana ngatur prokesnya. Ini menimbulkan persoalan kita di daerah dalam menata prokesnya,” katanya.

Menurut Wahidin, berkaca pada tahun pertama pandemi Covid-19, destinasi wisata dipenuhi wisatawan domestik sehingga pengaturan penerapan disiplin protokol kesehatan sangat sulit dilaksanakan. Meski sudah memperketat protokol kesehatan tidak mungkin Satgas Covid-19 bisa mengontrol seluruh tempat wisata di wilayah banten.

Apalagi, menurutnya, pengunjung yang datang ke sejumlah wisata di banten bukan hanya wisatwan lokal, namun juga banyak ari luar daerah banten seperti wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Selama pandemi COVID-19 masyarakat sudah bosen di rumah pasti akan pergi untuk berlibur sehingga akan membludak orang di tempat wisata. “Dari kampung-kampung dari gang-gang, masyarakat udah kegerahan lalu lari ke pantai lewat ojek jalan kaki, tahun lalu dari wisata domestik, bagaimana nanganinya,” katanya.

Kemudian, program vaksinasi terhadap masyarakat Banten baru menyentuh angka 330 ribu orang. Sementara, jumlah penduduk Banten hampir mencapai 12 juta orang, lalu hingga saat ini vaksin belum dikirim lagi oleh pemerintah pusat. “Vaksin susah juga, mau beli dimana?, siapa yang melakukan pengadaan?,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memperkirakan ada lonjakan kunjungan di destinasi wisata dekat perkotaan pada masa libur Lebaran 2021. Pasalnya, pemerintah telah melarang masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. (Sie/Red)