Samsat Rangkasbitung Telusuri 24.980 Kendaraan Nunggak Pajak

0
34

Rangkasbitung – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Rangkasbitung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten melakukan penelusuran data 24.980 kendaraan bermotor penunggak pajak di wilayah UPT Samsat Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Kepala UPT Samsat Rangkasbitung Iwan Hermawan menjelaskan, penelusuran data itu dilakukan karena puluhan ribu kendaraan itu dikategorikan belum membayar pajak.

Ia menjelaskan, agar proses penelusuran data bisa berjalan optimal, Bapenda mengerahkan seluruh pegawai baik yang bersetatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN yang bertugas di UPT Samsat Rangkasbitung. “Penelusuran pajak terus diintensifkan setiap tahunnya,” katanya, Selasa, 14 Mei 2019.

Dari proses pendataan itu UPT Samsat Rangkasbitung menargetkan data kondisi kendaraan terkini, apakah kendaraan tersebut rusak, hilang, dijual namun belum melakukan balik nama kendaraan, disita negara, atau ditarik oleh leasing. “Sambil melakukan pendataan kita imbau masyarakat untuk membayar pajak,” ujarnya.

Iwan menilai proses pendataan ini bukan hal yang mudah, sejumlah pegawai di lapangan menemukan sejumlah kendala. “Banyak dikira debt collector, sales, cuma itu kita imbangi drngan penyulugan ke masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendapatan pada Bapenda Provinsi Banten Abadi Wurianto menjelaskan, Badan Pendapatan Daerah Banten saat ini sedang melakukan penelusuran terhadap 358.587 unit kendaraan yang belum menunaikan kewajibannya membayar pajak. “Upaya penelusuran kita lakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada,” ujar Abadi. (Adv)