Agro Jabar Ekspansi Tanam Jagung di Kabupaten Serang

0
57
Foto: Ist

Serang – PT. Agro Jawa Barat (Jabar) melakukan ekspansi dalam bidang pangan di wilayah Kabupaten Serang. Hal itu dalam rangka menjaga ketahanan pangan serta menggeliatkan perekonomian masyarakat kecil di masa pandemi Covid-19.

Komoditas yang akan di tanam adalah jagung, dengan target lahan seluas 12 ribu hektare. Saat ini, PT. Agro Jabar telah melakukan kerjasama dengan PT. Agro Serang Berkah yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Direktur Utama PT. Agro Jabar Kurnia Fazar mengatakan, komoditas jagung sangat berpotensi untuk pengembangan usaha petani lokal di Banten. Mengingat dari 17 pabrik pakan di Pulau Jawa, 8 di antaranya terletak di wilayah Serang.

“Dari 17 pabrik pakan di Pulau Jawa, 8 ada di Serang. Logika barang dekat pabrik. Sehingga minim ongkos kirim. Berarti kalau nanam di Serang akan minim ongkos kirim,” kata Kurnia Fazar Jum’at 16 April 2021.

Ia mengaku telah memiliki 1000 ton benih jagung siap tanam untuk 12 ribu hekatar. Sedangkan pihak PT. Agro Serang Berkah baru sanggup menyediakan lahan 50 hektar. Atas hal itu, pihaknya membuka luas untuk para petani yang ingin melakukan kerjasma, dengan syarat lahannya sudah siap tanam.

“Kami punya benih siap tanam 1000 ton untuk 12 ribu hektar. Kami minta 1000 hektar ke Bupati Serang, Ibu Tatu, tapi siapnya 50 hektar. Kalau mau meningkatkan pendapatan petani menanam jagung di Banten,” katanya.

Ia menyebutkan, karakter yang bisa tumbuh di lahan basah dan kering serta kebutuhan yang cukup tinggi, menjadi salah satu alasan PT. Agro Jabar memilih ekspansi jagung di Kabupaten Serang. Terlebih, kebutuhan ayam perkapita perorangan 2,4 kiogram (Kg) pertahun. Sedangkan berdasarkan data organisasi kesehatan dunia atau WHO, standar perkapita konsumsi ayam perorang dalam setahun harusnya 12 Kg.

Di sisi lain, kebutuhan ayam untuk di DKI Jakarta dan Jabar, pemerintah selalu impor 15 ribu ton. Sementara, salah satu bahan dasar pakan ayam itu aalah jagung. Melihat hal itu, potensi ekonomi daerah sudah terlihat jelas dalam rangka mensejahterakan petani.

“Indonesia impor 15 ribu ton hanya 2 provinsi, DKI Jakarta dan Jabar. Sembada daging Jatim, Bali. Tapi Jabar dan DKI Jakarta importir terbesar, makanya perlu vertifikais ke ayam, makanya pakannya jagung 100 ribu ton pertahun. Pabriknya 8 ada di Serang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, PT. Agro Jabar bukan hanya memabntu dalam benih saja. Tapi akan mensuplai dari pupuk dan kebutuhan petani, dengan menggunakan sistem dana prestasi. Dari lahan satu hekatre, pihaknya siap membiayai modal Rp6 juta.

Menurutnya, petani juga tidak perlu khawatir untuk menjual hasil panennya. Pihaknya akan menampung dan membeli dengan harga kesepakan di awal.

“Jagung per-hekater hanya butuh Rp6 juta. Kalau 10 bulan Rp1 miliar. Tapi 6 bulan petani lapar, makanya ada dana prestasi namanya HOK Rp1 juta perbulan. Kalau petani menjaga tanaman 1 hektar 6 ton. Kalau dikali Rp4 ribu (per-kg) jadi Rp24 juta perpanen. Rp6 juta bibit, pupuk plus HOK Rp10 juta. Rp4,5 juta perbulan kalau dikali petani akan dapat,” katanya. (Dimas/Red)