Innalillahi, Tokoh Ulama Karismatik Banten Abuya Uci Tutup Usia

0
23

Banten – Tokoh ulama Banten Abuya Uci Turtusi meninggal pada Selasa, 6 April 2021 pukul 05.00. Abuya Uci yang juga pimpinan Pondok Pesanten Al-Istiqlaliyyah di Desa Sukamantri, Pasar Kemis, Kota Tangerang, Banten, ini meninggal karena sakit.

Kabar duka salah satunya disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim. Melalui akun resmi media sosialnya, Wahidin mengucapkan belasungkawa.

“Innalillahi wa Inna ilahi rojiun. Turut berdukacita atas wafatnya Guru Besar Almarhum Abuya Uci Turtusi (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah). Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikannya, mengampuni segala dosanya, dan ditempatkan di surganya Allah SWT. Amiin,” tulis Wahidin dikutip dari akun Facebook-nya, Selasa, 6 April 2021.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyampaikan ucapan duka atas kepergiannya. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka atas meninggalnya guru kami Abuya Uci Turtusi. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” tulis Andika Hazrumy di media sosial.

Jenazah Abuya Uci dimakamkan pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB di pemakaman keluarga yang tak jauh dari Kompleks Pondok Pesantren Al-Istialaliyyah. Pelayat berdatangan mendoakan Abuya Uci.

Seperti dikutip dari dikutip Nu Online, Abuya Uci adalah putra dari Alm Abuya Dimyathi Cilongok, seorang kiai yang sangat disegani oleh masyarakat Banten. Sehari-hari, Abuya Dimyathi Cilongok mengajar ngaji kepada para santri-santrinya. Abuya Dimyati pun rutin melaksanakan pengajian mingguan untuk masyarakat di luar pesantren Cilongok.

Setelah ayahandanya wafat, kepengasuhan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah yang berdiri sejak 1957 M dilanjutkan oleh Abuya Uci. Setiap Ahad ba’da Subuh, Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah selalu mengadakan majelis akbar bagi masyarakat luas yang langsung dipimpin oleh Abuya Uci.

Majelis akbar tersebut telah berlangsung lama sejak masa kepemimpinan Abuya Dimyathi al-Bantani. Jumlah jamaah yang mengikuti pengajian ini pun sangat banyak. Tidak kurang dari 5.000 orang datang dari sekitar wilayah Tangerang, Banten, Bogor, Bekasi, dan juga Jakarta.

Kehadiran umat Islam pada saat majelis akbar tersebut tidak lepas dari kebesaran sosok Abah Uci sebagai ulama karismatik yang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama dan keberkahan sebagai seorang ulama.

Kepopuleran Abuya Uci di Banten setara dengan tokoh dan ulama lain yang ada di Indonesia seperti Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Muhtadi. Ceramah Abuya Uci yang konsisten menggunakan bahasa Sunda menjadikan tokoh ini semakin dicintai oleh berbagai kalangan. “Selain mudah dipahami, ceramah dengan bahasa Sunda dinilai masyarakat Banten memberikan ruh tersendiri saat disimak,” demikian dilansir Nu Online.

Nama Abuya Uci sudah terkenal hingga ke luar pulau jawa. Ketika menyelenggarakan pengajian mingguan di Pesantren Cilongok, kerap didatangi ulama atau tokoh dari negara-negara di dunia sebut saja tokoh Mesir, Yaman, Arab Saudi, India, Irak, Maroko pernah hadir di pengajian Abuya Uci. (Dikutip dari berbagai sumber/Red)