Saat Menerjang Banjir, Tips Agar Mesin Mobil Tidak Mendadak Mati

0
189

Sigmainteraktif.com – Banjir adalah bencana langganan di Indonesia. Setiap musim hujan, beberapa wilayah di Indonesia pasti akan kebanjiran. Akibatnya, para pengendara mobil akan kesulitan ketika sedang berkendara.

Mereka akan dipusingkan dengan pilihan antara menerjang banjir yang berisiko atau mengambil jalan memutar yang lebih jauh. Melansir laman asuransiastra.com, sebenarnya ada beberapa tips apabila Anda tidak punya pilihan lain selain menerjang banjir dan meminimalisir kerusakan mobil.

Prediksi Genangan Air
Semakin tinggi ketinggian genangan air, maka potensi kerusakan mobil Anda semakin besar. Karena itu, hal pertama yang perlu Anda lakukan apabila ingin menerjang banjir adalah bersabar.

Pastikan genangan air masih dalam batas toleransi yang dapat mobil Anda alami. Apabila memungkinkan, coba perhatikan mobil lain yang melintas agar dapat Anda jadikan referensi.

Anda juga perlu memilih jalan yang akan dilalui. Pilihlah jalan yang mulus tanpa ada polisi tidur ataupun lubang. Karena konstannya kecepatan mobil Anda memegang peranan penting. Selain itu, agar kecepatan tetap konstan, Anda juga perlu menjaga jarak dengan mobil dan kendaraan lain

Kondisikan putaran mesin serendah mungkin
Semakin tinggi putaran mesin, maka semakin besar juga daya hisap udara dari mesin yang dapat membuat air lebih berpotensi masuk dalam kondisi banjir. Karena itu, buatlah putaran mesin mobil serendah mungkin di kisaran 1.500-2.000 rpm. Meskipun air tetap dapat masuk, tetapi jumlahnya yang sedikit karena putaran mesin rendah akan meminimalisir kerusakan.

Ikuti gelombang banjir
Ketika berjalan di tengah banjir, bagian depan mobil akan mendorong air sehingga akan menciptakan gelombang. Gelombang ini dapat Anda manfaatkan dengan cara menyesuaikan kecepatan mobil. Hal ini akan membuat genangan air banjir yang dilalui mobil Anda menjadi lebih dangkal.

Jangan setengah kopling mobil
Sebisa mungkin lepaskan injakan kopling mobil ketika melewati banjir. Biarkan plat kopling saling menempel erat dan gerakkan mobil secara konstan. Apabila Anda terlalu sering menggunakan setengah kopling mobil, maka akan memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Kedua hal itu akan sangat merugikan di tengah banjir. (Sumber: Tempo.co)

https://otomotif.tempo.co/read/1535546/saat-menerjang-banjir-tips-agar-mesin-mobil-tidak-mendadak-mati/full&view=ok