SigmaInteraktif.com – Pemilihan ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Sehingga calon- calonnyapun sudah banyak bermunculan tetapiyang diharapkan Kemenpora pemimpin yang baru ini lebih kredibel dan berintegritas dan bisa membawa sepak Bola Indonesia ke ararah yang lebih baik.

“Kita semua berharap pemimpin PSSI yang terpilih nanti kredibel dan mampu membawa sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. Boleh saja dari mana pun, tidak hanya mantan pemain atau pelatih, asalkan dia punya pemahaman terhadap sepak bola,” kata Deputi IV Bidang Olahraga dan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewabroto seperti dikutip dari Tempo.co, Jum’at, 5 Agustus 2016.

Selain berkredibilitas tinggi, Gatot berharap, Ketua PSSI yang baru tidak merangkap jabatan, termasuk di partai politik, sehingga tidak ada konflik kepentiangan seperti yang terjadi kemaren dan yang bisa menyeimbangkan berbagai kepentingan dan menjaga hubungan dengan semua pihak.

“Jadi jangan ada konflik kepentingan seperti kemarin. Giliran ditegur Kemenpora, mereka mengatakan tuan kami FIFA, bukan Kemenpora. Ini kriteria sederhana, tapi sulit dilakukan,” ucapnya.

Meski demikian, Gatot menegaskan pihaknya tidak akan ikut campur dalam pemilihan Ketua Umum PSSI. Ia menyerahkannya kepada pemilik hak suara di Kongres PSSI.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Apriliani, menilai, kriteria Ketua Umum PSSI yang paling pantas adalah yang sesuai dengan statuta dari federasi sepak bola Indonesia itu.

“Ya sesuai dengan statuta-lah, lalu sudah 5 tahun berkecimpung, punya kompetensi, memiliki waktu untuk mengurus PSSI, memiliki kepiawaian dalam me-manage dan me-reform dengan baik. Untuk latar belakang, apa pun saya rasa bisa,” tuturnya.

Terkait dengan nama Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi yang santer terdengar sebagai calon kuat Ketua Umum PSSI, Tony menyatakan masih ada nama lain, seperti Edi, Moeldoko, dan ada juga yang mendorong Joko Driyono. Ungkapnya. (Acienk).